alexametrics

IBI Lindungi Bidan Delima dari Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Demak – Perlindungan terhadap para tenaga kesehatan (nakes), utamanya bidan delima di Kabupaten Demak menjadi prioritas termasuk dari penularan Covid-19. Para bidan tersebut menjadi perhatian khusus karena mereka menjadi ujung tombak dalam penangana pasien.

Wakil Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jateng Nawangsih mengatakan, meski posisinya sangat rawan terhadap penularan Covid-19. Namun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, bidan tetap harus taat pada aturan yang berlaku sesuai standar operasional dan protokol kesehatan (prokes).

“Kami tahu, bahwa bidan posisinya paling rentan kena Covid-19. Karena itu, taat terhadap SOP dan prokes harus dijalankan agar tetap aman dari covid,” ujarnya didampingi Ketua PC IBI Demak, Wahyu Puji Astuti di sela pembinaan dan monitoring evaluasi (Monev) manajemen unit pelaksana bidan delima (UPBD) dan klinik bidan delima.

Baca juga:  Wisuda Untidar dengan Prokes Ketat

Sementara itu, Dustrict Manager UPBD Kabupaten Demak Hj Aidi Zulaikhah menyampaikan, di wilayah Demak, dari 412 bidan, 139 orang bidan (34 persen) di antaranya telah praktik mandiri. Mereka merupakan bidan delima yang tersebar di puskesmas, dinas kesehatan, rumah sakit dan praktik mandiri. “Peran bidan delima ini sangat penting dalam mendukung program pemerintah, utamanya dalam pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, perlu adanya perhatian khusus bagi bidan delima yang telah tersertifikasi. Mereka perlu diberikan pelatihan, perlindungan keselamatan, dan lainnya yang mendukung profesinya. “Mereka dituntut bekerja profesional dengan pelayanan yang berkualitas. Tapi, sisi lain mereka juga dihadapkan pada pandemi Covid-19 yang tidak tahu kapan berkakhir,” kata Zulaikhah.

Baca juga:  Pandemi Covid-19, TBRS Batasi Jam Kunjungan

Province Manager UPBD Jateng SA Rintawati MKes menambahkan, bidan delima merupakan unggulan dari IBI. Karena itu, idealnya mereka mendapatkan asupan ilmu minimal 3 bulan sekali. Dengan demikian, kemampuannya terus meningkat.

“Itu sebagai upaya pembinaan rutin di lingkungan UPBD. Sebab, UPBD bertugas memantau dan membina bidan delima agar pelayanan kesehatan berjalan dengan baik, termasuk saat pandemi Covid-19 sekarang ini,” katanya. (hib/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya