alexametrics

Pandemi Covid-19, IBI Sarankan KB Jangka Panjang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Semarang menyarankan agar kaum wanita pascamelahirkan bisa menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Pasalnya, saat pandemi Covid-19 ini banyak kasus kehamilan yang tidak diinginkan.

Ketua IBI Kota Semarang Istirochah menjelaskan, pandemi Covid-19 saat ini banyak wanita yang takut berkonsultasi ataupun melakukan program Keluarga Berencana (KB). Lantaran takut bertemu dengan tenaga kesehatan (nakes) hingga lupa melakukan KB suntik maupun pil.

“Hal ini menjadikan banyak warga yang drop out dari KB hingga membuat kasus kehamilan yang tidak diinginkan ini tinggi. Banyak wanita yang takut bertemu nakes ataupun melakukan konsultasi KB,” katanya saat talk show bertajuk Ngobrol Asik Tentang Covid-19 (Bonavid) hasil kerjasama Jawa Pos Radar Semarang dengan Satuan Tugas Covid-19 Nasional, Kamis (11/2/2021).

Baca juga:  Polres Magelang Beri Sembako Warga Positif Covid-19

Istirochah menjelaskan, kasus kehamilan yang tidak diinginkan atau kebobolan ini memiliki risiko tinggi dan tekanan psikologis, ini membuat kehamilan terganggu. “Dampaknya besar. Meskipun kebobolan, tetap harus dijaga. IBI menyarankan menggunakan MKJP yang lebih efektif, tidak harus bolak-balik untuk konsultasi KN atau suntik KB,” jelasnya.

Pada dasarnya, bidan lanjut dia, juga melakukan protokol kesehatan yang ketat di masa pandemi Covid-19. Meskipun dengan segala pembatasan seperti jaga jarak, memakai masker dan lainnya. Tujuannya agar peserta KB tidak tertular ataupun menularkan.

Alhamdulillah, kesadaran masyarakat saat ini tinggi. Meskipun ada batasan, wajib memakai masker, cuci tangan dan lainnya. Kalaupun ada pasien yang tidak patuh, itu hanya satu dua. Kami akan memberikan edukasi dengan sabar,” bebernya.

Baca juga:  OPD Pemkot Semarang Gotong-Royong Bantu Anak Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19

IBI lanjutnya bekerjasama dengan BKKBN agar peserta KB tidak menurun. Selain itu, juga mencegah terjadinya drop off KB, karena ketakutan masyarakat bertemu dengan nakes. IBI gencar melakukan sosialiasi ataupun gerakan jemput bola di tengah masyrarakat.

Sebenarnya, katanya, pandemi Covid-19 seharusnya tidak menjadi halangan untuk berkonsultasi dengan bidan. Misalnya menggunakan telepon ataupun whatsapp. Bidan akan melayani dengan baik. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya