alexametrics

Lumbung Kelurahan Ringankan Warga Terdampak Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi menggagas Lumbung Kelurahan untuk meringankan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Apalagi banyak warga Semarang yang tidak bisa bekerja karena dipecat ataupun usahanya gulung tikar akibat wabah yang berasal dari Wuhan Tiongkok ini.

Asisten I Pemerintahan Pemkot Semarang Trijoto Sardjoko menjelaskan, inisiasi dari Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, kali pertama muncul ketika blusukan ke kampung dan menyapa masyarakat terdampak pandemi. Lumbung Kelurahan kemudian bertransformasi menjadi Kampung Siaga Candi Hebat yang bekerjasama dengan Polrestabes Semarang dan Kodim 0733 BS Semarang.

“Di sini pengelolaan ditingkatkan lagi, lebih ke komperhensif bagaimana mengkoordinasikan yang terdampak bisa mendapatkan bantuan. Misalnya yang sedang melakukan isolasi ataupun yang tidak bisa makan karena pandemi ini,” katanya saat FGD bertemakan Lumbung Kelurahan, Solidaritas di Masa Pandemi yang diselenggarakan atas kerja sama Jawa Pos Radar Semarang dengan Satgas Penanganan Covid Pusat melalui aplikasi zoom Senin (8/2/2021).

Baca juga:  Hendi-Ita Menang Telak di Semua Kecamatan, Hanya Banyumanik yang Suaranya Dibawah 90 Persen

Setiap kelurahan kemudian muncul berbagai inovasi. Misalnya Kelurahan Jangli yang menyiapkan satu balai RW yang dimanfaatkan untuk membantu warga dengan menyediakan bahan-bahan makanan. Pelaksanaannya pun tergantung masing-masing kelurahan yang prinsip dsarnya adalah menjaga lingkungan terhadap Covid-19.

Trijoto menjelaskan, peran serta Jawa Pos Radar Semarang untuk mengaplikasikan konsep bergerak bersama juga tercermin dalam Lomba Kampung Hebat beberapa waktu lalu. Mantan kepala Dinas Perdagangan ini, berpendapat jika konsep tersebut bisa didorong lagi untuk saling bahu membahu saat pandemi ini. “Kalau disenergikan tentu lebih joss, saat ini Pemkot berusaha tetap menggerakkan ekonomi namun juga memerangi Covid-19. Anggaran Covid-19 dan pembangunan tetap disediakan agar perekonomian cepat pulih,” bebernya.

Lurah Jangli Maria Theresia Takndare menjelaskan, pengaplikasian Lumbung Kelurahan ini dilakukan dengan berkoodrinasi bersama masing-masing kepala RW. Setiap balai RW menjadi tempat untuk mengumpulan bahan makanan baik dari masyarakat ataupun donatur kemudian kembali disalurkan kepada warga terdampak korona. “Kegiatan ini dilakukan agar bisa meng-cover mereka yang tidak terdata bantuan, ada warga kami yang di-PHK, dan lainnya. Sampai saat ini terus berjalan dan kami selenggarakan pada hari Sabtu,” jelasnya.

Baca juga:  Ciptakan Agen Prokes dari Festival Maskeran

Founder Komunitas Sahabat Difabel Noviana Dibyantari menceritakan, para penyandang difabel juga ikut bergerak dalam membantu sesama. Mereka ikut membagikan sembako dan batang singkong mentega dari donatur dan bisa menjadi salah satu sumber lumbung pangan masyarakat. “Kami berharap difabel tidak hanya menjadi objek, tapi kami juga bisa turut bergerak menjadi subjek dalam pembangunan,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman mengakui gagasan Wali Kota Semarang ini sangat efektif untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi, dengan konsep bergerak bersama. “Hampir semua wilayah sudah melakukan, saya bisa bilang sangat efektif. Yang mampu bisa menyisihkan rezekinya bagi yang tidak mampu. Lurah ataupun ketua RW pun tahu persis siapa yang membutuhkan dan akhirnya tepat sasaran,” tambahnya.

Baca juga:  Satgas Perketat Protokol Pondok Pesantren

Ia menjelaskan, pandemi saat ini memang belum diketahui kapan akan berakhir. Bahkan Maret bulan depan genap setahun pandemi masuk ke Indonesia dan Semarang. Tentunya ia meminta agar masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 ini bisa ditekan.

“Saya rasa apa yang dilakukan Mas Hendi ini sudah tepat, dimana membuka kran usaha agar ekonomi jalan. Namun juga menekankan pada penanganan. Misalnya kalau dibatasi semua malah membuat masyarakat semakin berat, bahkan karena stress akan lebih banyak yang terpapar,” jelasnya.

Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi menilai konsep pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Pemkot ini sangat luar biasa bahkan bisa dirasakan masyarakat melalui Lumbung Kelurahan ataupun Kampung Siaga Candi Hebat. “Jelas sekali manfaatnya, kekuatan bergerak bersama ini sangat dahsyat dan bisa dirasakan mereka yang terdampak. Konsentrasi yang dilakukan Pemkot juga bagus, dimana tetap menggerakkan perkonomian agar tidak terlalu terpuruk,” katanya. (den/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya