alexametrics

Ratusan Naskes di Magelang Gagal Divaksin, Ini Penyebabnya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Kota Magelang gagal divaksin. Mereka tidak lolos skrining, karena pernah Covid-19 dan kontak erat dengan pasien. Kasus lain, punya riwayat penyakit penyerta atau komorbid.

“Banyak juga yang hipertensi,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang dr Madjid Rohmawanto, akhir pekan lalu.

Pertimbangan itulah membuat beberapa nakes ditunda pemberiannya. Jumlahnya lebih sedikit, sekitar 61 orang. Sedangkan yang dibatalkan sekitar 461 orang. Data mereka kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi Primary-Care (P-Care) Vaksinasi yang difasilitasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Karena itu, vaknisasi tahap awal bagi sumber daya manusia kesehatan (SDMK) dan tokoh publik hanya tercapai 77,7 persen atau 2.754 sasaran.

Baca juga:  DKK Semarang Bakal Skrining Usai Libur Panjang

“Yang ditunda karena sedang demam, flu, tensi tinggi, atau deg-degan, dan lainnya. Sedangkan yang batal, artinya tidak lolos skrining secara tetap,” jelasnya.

Menurut Madjid, vaksinasi kali ini berbeda dengan yang biasanya dilakukan Puskesmas. Vaksinasi Covid-19 ini berbasis digital. Calon penerima vaksin harus terdaftar pada P-Care Vaksinasi.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Magelang Dyah Miryanti membenarkan, Aplikasi P-Care Vaksinasi memang diperuntukkan bagi tenaga vaksinator. Data yang di-input akan terintegrasi dengan tabulasi dan dashboard milik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Keunggulannya, pencatatan data peserta vaksinasi tidak akan tertukar. Karena berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Nama-nama peserta yang mendapat jatah vaksin, tersaji dalam aplikasi tersebut. Sebaliknya, jika tidak muncul, maka bukan termasuk dalam kategori penerima vaksin Covid-19. (put/ida)

Baca juga:  Penyaluran Kredit Mulai Bergairah

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya