alexametrics

Ini Penyebab Ketua DPRD dan Wali Kota Magelang Batal Divaksin

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Magelang dan tokoh publik merasakan pengalaman pertama divaksin. Kesempatan itu didapat saat pencanangan vaksinasi Covid-19 di Kota Magelang yang berlangsung di pendopo RSUD Tidar Magelang (25/1/2021). Vaksin lainnya diberikan bagi tenaga kesehatan (nakes).

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Yis Romadon menyebut Kota Magelang mendapat jatah vaksin 7.280 dosis. Diperuntukkan bagi 3.630 sasaran sumber daya manusia kesehatan (SDMK) dan 10 pejabat publik. Vaksin diberikan dua kali dosis.

“Vaksinasi bagi SDMK ini harus selesai pada tahap 1, waktunya sampai 28 Januari,” ujarnya Senin, (25/1/2021).

Usai pencanangan, 19 fasilitas kesehatan (faskes) yang ditunjuk langsung eksen. Yakni 7 rumah sakit, 5 puskesmas, 6 klinik, dan Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas). “Tiap faskes minimal ada 4 tenaga vaksinator, dengan empat meja untuk pendaftaran, skrining, vaksinasi, dan pemantauan,” ujarnya.

Baca juga:  Sistem Redeem Point, Hadiah Makin Merata

Pemantauan dilakukan guna mengetahui ada tidaknya kejadian ikutan pacsaimunisasi (KIPI). Pasien diminta menunggu 20-25 menit untuk melihat gejala yang timbul. “Biasanya (KIPI, Red) seperti panas, atau nyeri pada bagian yang disuntik, benjol. Ada pula reaksi anafilaksis, kalau nggak kuat bisa sampai pingsan,” ujarnya.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menegaskan, vaksinasi adalah upaya untuk mencapai kekebalan tubuh dari infeksi virus. “Tapi vaksin bukan segala-galanya,” tandasnya.

Dalam pencanangan ini, pejabat yang divaksin di antaranya Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Sekda Kota Magelang Joko Budiyono, Plt Kapolres Magelang Kota AKBP R Fidelis Purna Timoranto, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Magelang Siti Aisyah, Kasdim 0705/Magelang Mayor Inf Sudarno, Ketua Pengadilan Negeri Kota Magelang Sri Harsiwi.

Baca juga:  Punthuk Setumbu Batasi Pengunjung dan Jam Buka

Beberapa pejabat yang tidak lolos skrining, yakni Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno, dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Magelang Taufiq Nurbakin, karena tekanan darah tinggi. Sementara Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito tidak masuk dalam tokoh publik yang divaksin. Lantaran usianya lebih dari 60 tahun.

Di Kabupaten Magelang, Bupati Zaenal Arifin menjadi orang pertama yang disuntik vaksin. Bersama jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh tokoh agama, Zaenal mengawali pencanangan vaksinasi Senin (25/1). Zaenal disuntik vaksin di rumah dinas Bupati Magelang oleh dr. Satrio Suryo Prabowo, dokter umum dari Puskesmas Pakis.

“Kalaupun sudah divaksinasi, harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Ketua Penggerak PKK Kabupaten Magelang Tanti Zaenal Arifin dan tokoh agama Kiai Ali Choisor alias Gus Ngali, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol, juga turut divaksin di rumah dinas. Gus Ngali mengaku sempat takut dan cemas. Namun, setelah divaksin dia merasa lega.

Baca juga:  Ratusan Naskes di Magelang Gagal Divaksin, Ini Penyebabnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Magelang Retno Indriastuti mengatakan, total sasaran vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Magelang 795.580 orang. Rinciannya, sumber daya manusia kesehatan 2.794 orang, pelayan publik 42.865, masyarakat rentan 404.502 orang, masyarakat umum dan pelaku ekonomi 181.945 orang. Masyarakat rentan lainnya (lansia) 163.474 orang. (mg4/mg3/put/cr3/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya