alexametrics

Pemeriksaan Spesimen PCR Ditambah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang menambah capaian pemeriksaan spesimen PCR. Seminggu pertama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dilakukan tes 839 spesimen PCR. Atau 705 persen dari target.

Diketahui positivity rate dari pemeriksaan itu 21 persen. Lebih rendah dibanding pada awal Desember 2020 lalu. Disebut minggu puncak. Positivity rate pada waktu itu 65 persen dari jumlah yang dites.

Sekda Kota Magelang Joko Budiyono prihatin dengan temuan ini. Kasus positif Covid-19 belum alami penurunan. Ia optimistis, PPKM dapat mengurangi angka penyebaran Covid-19. “Untuk bisa seperti itu, butuh kerja sama dan komitmen dari seluruh stake holder,” tandasnya dalam rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan PPKM Kota Magelang, di Adipura Kencana Selasa, (19/1/2021).

Baca juga:  Mes Persibat Jadi Pusat Isolasi OTG

Karena itu, ia meminta semua pihak melaksanakan aturan dan kebijakan yang telah dibuat. Selama PPKM, Pemkot Magelang membatasi  mobilitas ASN di lingkungan Pemkot Magelang dengan penerapan work from home (WFH) 75 persen, dan work from office (WFO) 25 persen. “Pelaksanaan kegiatan konstruksi juga hanya boleh dilaksanakan 100 persen asalkan sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Ia juga katakan, tidak ada pemberlakukan jam malam di Kota Magelang. Namun operasi yustisi gencar dilaksanakan untuk memantau pelaksanaan PPKM. Sosialisasi protokol kesehatan juga rutin diserukan melalui announcer ATCS.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Magelang Yis Romadon menambahkan, pelaksanaan PPKM di Kota Magelang memang belum memberikan hasil yang diharapkan. Kasus positif Covid di Kota Magelang masih menunjukkan risiko sedang, dan belum menunjukkan risiko rendah.

Baca juga:  Penderita Kanker Bisa Divaksin, Asalkan Waktunya Tepat

Data per 18 Januari 2021, akumulasi kasus konfirmasi positif Covid berada di angka 1.544, dengan jumlah yang sudah sembuh 1.214 orang, dan terdapat 48 orang dirawat.

“Walau begitu, terjadi peningkatan skor indikator epidemiologi pada minggu pertama PPKM, dari semula 1,75 (zona merah), menjadi 1,93 (zona oranye),” ucapnya.

Ia jelaskan,  zonasi kelurahan pada minggu pertama masa PPKM, rata-rata risiko sedang. Kecuali Kramat Selatan yang risiko tinggi. Sedangkan kelurahan risiko rendah hanya Gelangan. (put/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya