alexametrics

Perketat Prokes, Semarang Zoo Terus Lakukan Inovasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak saat Pandemi Covid-19. Salah satunya Semarang Zoo yang sempat tutup beberapa bulan sampai akhirnya mendapatkan rekomendasi buka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Direktur Semarang Zoo Choirul Awaludin mengatakan, perusahaan plat merah yang ia kelola menjadi salah satu yang terdampak. Padahal sebagai lembaga konservasi, Semarang Zoo wajib memelihara hewan tanpa bantuan APBD.

“Pendapatan kami hanya dari penjualan tiket. Apalagi kami punya 280 hewan, termasuk pemakan daging. Alhamdulillah, ada komunitas yang memberikan bantuan,” katanya saat talk show Geliat Semarang Zoo di Tengah Pandemi melalui Zoom Meeting, yang diselenggarakan atas inisiasi dari Satgas Covid-19 Nasional, Rabu (30/12/2020) kemarin.

Baca juga:  Ketua DPRD Kabupaten Magelang Bukakan Pintu Gerbang untuk Pengunjuk Rasa

Sebelum mendapatkan bantuan, inovasi dilakukan dengan menekan kebutuhan operasional. Namun bukan jatah pakan hewan, Semarang Zoo sebagai lembaga konservasi memiliki pertanggungjawaban kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng. “Inovasi ini dari segi program, tentunya bagaimana bisa menarik pengunjung, mendapatkan pendapatan, namun tidak menimbulkan klaster baru,” tuturnya.

Penerapan protokol kesehatan seperti wajib mencuci tangan, menggunakan masker dan pengecekan suhu, lanjut pria yang akrab disapa Awal ini, wajib dilakukan pengunjung sebelum masuk ke Semarang Zoo. Termasuk membuat wahana baru untuk memecah kerumunan, yakni Zoo Adventure.

“Untuk sekarang, Alhamdulillah operasional sudah tercukupi, pengunjung mulai naik. Misalnya saat akhir pekan mencapai 2 ribu pengunjung, kami juga bentuk satgas Covid-19 sendiri, tugasnya berkeliling mengingatkan pengunjung,” bebernya.

Baca juga:  Covid-19 Bukan Kutukan, Bisa Sembuh

Dari segi karyawan, imunitas juga dijaga. Misalnya melakukan tes Covid-19 bagi karyawan, pedagang, petugas sampai tukang parkir. Meskipun protokol kesehatan sudah diberlakukan secara ketat, tak jarang petugas masih menemukan pengunjung yang membandel, misalnya tidak menggunakan masker.

“Masih ada, kami tegas untuk memintanya pulang dan uangnya dikembalikan. Ketegasan ini untuk keselamatan pengunjung, juga karyawan kami,” tegasnya.

Selama dua setengah bulan menjadi direktur Semarang Zoo, Awal mengaku terus melakukan pembenahan di Semarang Zoo. Ia membocorkan, ada program untuk mendatangkan miniatur dinosaurus, serta membuka zoo pada malam hari. Termasuk membuat resto yang pengunjungnya bisa berinteraksi dengan hewan.

“Selain itu, kami akan mencoba masuk ke digital, misalnya bisa melihat Semarang Zoo melalui digital atau sebuah aplikasi. Kami juga akan meniru aplikasi Pokemon Go, dimana ada hewan virtual yang dilepas. Disitu pengunjung diminta memasukkan ke kandang, nah ini salah satu inovasi yang bakal kami lakukan,” bebernya.

Baca juga:  Puluhan Karyawan Kejari Temanggung Ikuti Swab Test

Pada libur tahun baru, biasanya Semarang Zoo identik dengan pertunjukan musik. Namun karena pandemi, pertunjukan musik atau perayaan lainnya tidak akan digelar, meskipun sudah ada tawaran masuk kepadanya untuk bekerjasama. “Kami maksimalkan wahana yang ada, terutama menggandeng komunitas hewan untuk bisa memecah keramaian. Kami optimistis bisa bangkit dengan menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya