alexametrics

Disdikbud Kendal Siapkan Pembelajaran Tatap Muka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal mulai melakukan persiapan pembelajaran tatap muka siswa sekolah. Terutama dalam hal teknis terkait protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

Kepala Disdikbud Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, Forum Komunikasi Kepala Sekolah SMP se Kabupaten Kendal telah melakukan pembahasan bersama. Terkait rencana pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19 yang akan dimulai awal tahun 2021 dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kami minta supaya sekolah dapat mengoptimalkan penggunaan dana BOS. Kemudian penyampaian terkait rencana pembelajaran tatap muka pada semester ke-2 di tahun ajaran 2020/2021 dilaksanakan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri,” ungkap Wahyu Yusuf Akhmadi.

Baca juga:  Pengepul Rongsok Sumringah Terima Bantuan Sembako

Tapi, sebelum pembelajaran tatap muka dilaksanakan, sekolah harus mempersiapkan beberapa penerapan protokol kesehatan. Di antaranya sarana dan prasarana seperti tempat cuci tangan, menjaga jarak, masker, face shield dan sebagainya.

Kemudian sekolah yang menyatakan kesiapannya dipersilahkan mengajukan proposal kepada Disdikbud Kendal. Nantinya akan ditindaklanjuti dengan peninjauan langsung oleh tim dari Disdikbud. “Yakni untuk memastikan sejauh apa penerapan prokes di sekolah tersebut,” jelas Wahyu.

Wahyu Yusuf menegaskan, jika adanya SKB 4 Menteri tersebut tidak menyimpulkan jika Januari 2021 merupakan tahun ajaran tatap muka secara serentak. Melainkan pembukaan secara bertahap sekolah-sekolah yang dapat melakukan pembelajaran tatap muka.

“Tahun depan itu bukan serentak semua bisa belajar tatap muka. Tapi kami minta sekolah yang merasa siap, baru kami datangi untuk diuji apakah layak atau tidak. Jika semua standar operasional prosedur (SOP) prokes dipenuhi, baru kami diperbolehkan dengan beberapa metode pembelajaran yang tentunya berbeda,” jelas Wahyu.

Baca juga:  Kuatkan Mental Anak Hadapi Pandemi

Keputusan 4 Menteri meliputi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri. Adapun nantinya selama pengajaran berlangsung tidak akan ada jam istirahat dan tidak diperkenankan adanya kegiatan kantin. “Jadi siswa-siswi membawa bekal makan dan minum dari rumah,” tambahnya.

Kapasitas siswa yang berangkat adalah 50 persen. Kemudian pihak Disdikbud dan Satgas Covid-19 berwenang menutup kembali sekolah apabila daerah di sekolah tersebut angka terpapar Covid-19 tinggi. (bud/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya