alexametrics

Batang Butuh Lab PCR Sendiri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Angka penderita Covid di Kabupaten Batang semakin tinggi. Saat ini pemkab memiliki kendala tidak adanya laboratorium polymerase chain reaction (PCR). Sampel swab harus dibawa ke luar daerah, seperti Semarang, Salatiga dan Jogjakarta. Hal tersebut berimbas pada lamanya hasil swab.

“Yang mestinya satu hari bisa tahu hasilnya, ini harus menunggu tiga hari baru keluar. Pemkab Batang harus mengadakan sendiri,” ujar Liaison Officer (LO) Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) wilayah Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol (Purn) Oneng Subroto saat berkunjung di kantor Satgas Penanganan Covid Kabupaten Batang Selasa (1/12/2020).

Kunjungan tersebut dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana penanganan Covid, kendala dan inovasi yang dilakukan Pemkab Batang. Hadir dalam acara itu Sekda Batang Lany Dwi Rejeki bersama jajaran pemda, Kapolres, dan perwakilan Kodim 0736 Batang. Menurut Oneng Subroto, penanganan Covid di Kabupaten Batang sudah dilakukan secara maksimal. Namun belum bisa menekan angka penderitanya. “Semakin hari semakin tinggi, sehingga perlu adanya analisa dan evaluasi. Agar ke depan kita bisa segera mengatasinya,” imbuhnya.

Baca juga:  Museum Mandala Bhakti Masih Tutup

Problem yang paling utama adalah kembali ke masyarakat. Masyarakat belum sepenuhnya mempunyai kesadaran untuk melakukan aktivitas sehari-hari sesuai protokol kesehatan. “Kadang masyarakat masih melupakan, membawa masker tapi tidak dipakai secara benar. Saat ketemu teman lama dan sebagainya, yang seharusnya jaga jarak, tapi tidak jaga jarak,” ucapnya.

Akhir bulan, Covid semakin meningkat selaras dengan banyaknya aktivitas masyarakat. Mulai dari haul, maulid nabi, acara mantenan dan yang lainnya. Kegiatan tersebut sebelumnya telah ditahan agar tidak dilaksanakan. “Perlu kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya. (yan/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya