alexametrics

Misa sudah Offline, tapi Dibatasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sejak 23 September 2020, Gereja Katolik Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci mulai memperbolehkan umatnya merayakan ekaristi atau misa offline di gereja. Seluruh jemaat diharuskan menaati prokes yang berlaku.

Pengecekan suhu pun dilakukan dua kali oleh satpam dan Gugus Covid Gereja. Pertama, saat melewati pos satpam, lalu kedua saat hendak memasuki gedung gereja. Tak hanya itu, para umat juga diwajibkan mencuci tangan serta memakai masker selama perayaan ekaristi berlangsung.

“Saat memasuki gereja, para umat harus menunjukan kartu ekaristi yang sudah diterbitkan sesuai keling (kelompok lingkungan, red) masing-masing. Terus, umat yang boleh mengikuti misa adalah umat yang berusia 10-70 tahun dan asli Paroki sini,” tutur Diana, 22, pegawai sekretariat gereja.

Baca juga:  Pejabat Utama Masuk Sasaran Pertama

Untuk bangku misa, Diana menjelaskan, physical distancing diterapkan. Awalnya satu bangku dapat digunakan untuk 7-8 orang, kini maksimal hanya boleh diduduki oleh 3 orang. “Ketika menerima komuni pun, para umat harus berbaris dengan jarak kurang lebih satu meter dengan lainnya dan mengunakan hand sanitizer terlebih dahulu sebelum menerima Tubuh dan Darah Kristus,” lanjutnya.

Ahmad, 27, selaku petugas keamanan gereja menambahkan, physical distancing tidak hanya dilakukan di dalam gereja. “Parkir di sini juga sudah ada plot untuk masing-masing kendaraan sehingga tetap berjarak aman.”

Selama pandemi ini, Gereja Katolik Katedral hanya memperbolehkan umat Paroki-nya untuk mengikuti misa offline yang dilakukan pada Jumat (pukul 19.00), Sabtu (pukul 16.30 dan 18.30), serta Minggu (pukul 06.00, 08.00, 10.00, 16.30 dan 18.30). Sementara untuk umat di luar Paroki atau pendatang, mereka diimbau untuk mengikuti misa online. (mg15/ton)

Baca juga:  Bagikan Masker untuk Putus Penularan Covid

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya