alexametrics

Disdik Semarang Siapkan Pembelajaran Tatap Muka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mulai melirik dan menyiapkan sistem pembelajaran tatap muka. Rencana ini bakal dilakukan ketika Semarang sudah memasuki zona kuning atau zona risiko rendah penyebaran virus Covid-19.

Kepala Disdik Kota Semarang Gunawan Saptogiri mengatakan, pembelajaran tatap muka baru dilakukan ketika sudah masuk di zona kuning. Meski begitu, tetap dilakukan secara bertahap. Selanjutnya, dievaluasi setiap minggunya.

“Kalau sarana dan prasarana sekolah sudah sangat siap. Kami bisa melakukan uji coba, jika sudah ada di zona kuning. Syaratnya ada persetujuan dari orang tua, dan izin dari Wali Kota Semarang,” katanya saat acara Bincang Asik Seputar Covid-19 (Bonavid) di Kantor Disdik Kota Semarang, Senin (16/11/2020).

Baca juga:  Kampus Tak Ada Dana, Lima Dosen Rela Iuran

Sebelumnya, Disdik Kota Semarang sudah menyebar angket terkait persetujuan orang tua untuk pembelajaran tatap muka. Namun sebagian setuju, sebagian tidak. Terpenting, adanya pendemi ini, hak-hak siswa tidak dikesampingkan. “Misal nanti sudah tatap muka, tapi para orang tuanya tidak mengizinkan, kami akan tetap memberikan daring,” jelasnya.

Pembelajaran tatap muka, menurut Gunawan tidak akan dilakukan sepenuhnya pada setiap kelas. Menggunakan sistem sift. Pengaturan jam pulang akan dilakukan agar siswa tidak berkumpul pada satu tempat pada waktu yang sama. “Belajarnya tidak setiap hari, bisa jadi Senin untuk siswa yang nomor urut ganjil, Selasa yang genap. Sabtu dan Minggu dilakukan sterilisasi,” tuturnya.

Pembelajaran tentang Covid-19, lebih dilakukan penguatan karakter. Hal ini penting, karena selama pembelajaran daring ada penurunan karakter. “Namun ini tugas bersama orang tua siswa dan guru,” tambahnya.

Baca juga:  Mulai Action, 50 Seniman Tampil di Omah Alas

Di sisi lain, pembelajaran daring memaksa guru melakukan proses inovasi pembelajaran. Guru di Semarang, sudah memiliki konten pembelajaran di Youtube atas kerjasama guru junior dan senior. “Kolaborasi guru yang melek IT ini dilakukan agar sistem pembelajaran daring berjalan dengan baik,” katanya.

Untuk masalah kuota, sebenarnya di Kota Semarang tidak ada masalah. Karena sebelum ada bantuan dari Kemendikbud, Pemkot Semarang menggunakan dana BOS untuk memberikan kouta gratis kepada siswa tingkat SD dan SMP. “Sebelum ada aturan dari Kemdikbud, sebenarnya Semarang sudah memberikan kuota gratis,” pungkasnya. (den/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya