alexametrics

Tavip: Camat Ujung Tombak Penurunan Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Camat merupakan ujung tombak penurunan Covid-19 di Kota Semarang. Hal itu ditegaskan Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto saat menerima kunjungan rombongan Bupati Tulungagung Rabu (4/11/2020).

“Yang diperlukan bukan berkompetisi, melainkan bagaimana antara kabupaten kota perlu berkolaborasi,” ungkap Tavip saat menerima kunjungan rombongan Pemkab Tulungagung di gedung Balai Kota Semarang Rabu (4/11/2020).

Kunjungan bertajuk studi referensi Evaluasi Kinerja Kecamatan di Kota Semarang tersebut, dipimpin Bupati Tulungagung Maryoto Birowo. Rombongan terdiri asisten, staf ahli dan jajaran camat.

Tavip menyebut, kecamatan di Kota Semarang telah bekerja keras dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya melalui program Kampung Siaga Candi Hebat dan Jogo Tonggo yang tersebar di 16 kecamatan.

Baca juga:  Pusat Perbelanjaan Modern Lolos Lewati Masa Kritis

“Kami sudah ada Kampung Siaga Candi Hebat yang terbentuk di 16 kecamatan. Bagaimana upaya pemerintah kota dalam menangani Covid-19, protokol kesehatan termasuk program dari provinsi berupa Jogo Tonggo,” jelasnya.

Bahkan menurut Tavip, para camat di Kota Semarang merupakan ujung tombak dari kegiatan operasi yustisi dalam rangka menurunkan penyebaran Covid-19 dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Operasi yustisi itu ujung tombaknya pak camat, bersama teman-teman Muspika dibantu teman-teman lurah dan juga Puskesmas,” ungkap Tavip.

Elemen tersebut saling bergerak bersama untuk melaksanakan tugas dalam mensosialisasi, mengedukasi warga agar memahami bagaimana cara penanggulangan Covid-19.

“Ini menjadi ukuran bagaimana pelayanan kami kepada masyarakat dan Alhamdulillah sudah mulai turun Covid-nya, sudah mulai oranye,” ujar Pjs Walikota.

Baca juga:  Pemkot Salatiga Siapkan Tim Antisipasi Efek Samping Vaksinasi

Tavip berharap ada upaya saling bertukar pikiran antara dua daerah untuk bersama-sama mengembangan daerah masing-masing.

“Saling bertukar pikiran, kalau ada yang baik bisa diambil, tapi kalau ada yang kurang bisa saling melengkapi,” imbuh Tavip.

Senada dengan Tavip, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengungkapkan, pihaknya memerlukan informasi dari Kota Semarang untuk mengembangkan wilayahnya.

“Ini merupakan upaya meningkatkan kompetensi, peran serta fungsi camat dalam mengimplementasikan sumber daya manusia untuk pengembangan inovasi,” terang bupati. (den/zal/bas)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya