alexametrics

E-court Minim Peminat, Perketat Prokes

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pengadilan Agama (PA) Klas 1 A Semarang telah lama melakukan inovasi pelayanan secara online dengan program e-court. Sayangnya, layanan tersebut tak banyak peminat, kebanyakan masyarakat lebih memilih mengurus langsung perkaranya di kantor PA.

“Karena masih banyak yang mendatangi kantor PA langsung, kami memperketat protokol kesehatan (prokes) agar tak menjadi klaster baru Covid-19,” kata Panitera Muda Hukum Saefudin.

Alat-alat prokes disediakan secara lengkap. Mulai dari pengukuran suhu tubuh, tempat cuci tangan, handsanitizer, dan tanda jaga jarak di kursi tunggu.

Padahal, katanya, e-court merupakan bagian dari visi misi Mahkamah Agung (MA) tentang pelayanan di lingkungan peradilan. Yakni mewujudkan pelayanan secara sistem elektronik sehingga memudahkan masyarakat, proses lebih cepat dan murah, bahkan dapat menyelesaikan seluruh kebutuhan dengan simpel. Sementara, pelayanan manual hanya bisa dilakukan ketika kantor buka, harus antre, terbatas waktu, dan harus meluangkan waktu untuk datang langsung. “Tidak praktis,” tandasnya.

Baca juga:  Personel Polres Wajib Tes Swab

Menurutnya, sedikitnya masyarakat yang menggunakan pelayanan ini dikarenakan minimnya pengetahuan terkait adanya e-court. “Secara teknologi informasi sudah tahu, tapi tidak banyak yang melakukan pendaftaran online. Mungkin karena belum maksimalnya sosialisasi,” imbuhnya.

Pada libur panjang Minggu lalu, lanjutnya, tak ada satupun perkara yang masuk. Padahal, e-court tak terbatas waktu. Bisa dilakukan kapanpun.
“Tidak ada peningkatan, hanya ada beberapa perkara. Itupun ketika kantor sudah kembali dibuka,” terangnya.

Saefudin merinci, setiap bulannya hanya ada 50-80 perkara yang didaftarkan melalui e-court. Berbanding terbalik dengan pelayanan secara manual yang mencapai 250-350 perbulan. (ifa/ida/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya