alexametrics

Alat Karya Mahasiswa Udinus Ini Bisa Deteksi Orang Tak Bermasker

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Fakultas Teknik (FT) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang melakukan inovasi alat pendeteksi suhu dan orang yang tidak memakai masker. Alat ini, akan otomatis berbunyi, jika menemukan orang tidak memakai masker dan memiliki suhu di atas 37 derajat.

Alat ini dirancang oleh mahasiswa serta alumnus Program Studi S-1 Teknik Elektro FT Udinus dengan bimbingan tenaga pengajar Helmy Rahadian. Alat tersebut berupa thermal camera dengan resolusi 8×8 sensorik.

“Prinsip kerjanya, suhu pada alat ini bisa diatur,” kata tim pengembangan alat pendeteksi suhu dan masker berbasis jaringan tiruan, Helmy Rahardian di kampus Udinus, Selasa (20/10/2020).

Menurutnya, alat ini punya kelebihan yang tidak dimiliki thermal camera lainnya. Misalnya di Balai Kota Semarang ataupun mal dan hotel. Helmy menjelaskan, alat ini bisa digunakan untuk pendeteksi identitas ketika digunakan di lingkungan kampus.

Baca juga:  Beri Penyuluhan Covid-19 untuk Pengunjung Lapas

“Keunggulannya bisa dimodifikasi, misalnya siapa yang tidak memakai masker, atau punya suhu tinggi bisa terekam. Nantinya bisa digunakan untuk pelacakan orang ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Elektro Udinus M Ary Heryanto menambahkan, kelebihan lainnya adalah alat ini lebih murah dibandingkan thermal camera yang sudah ada. Menurut informasi, satu buah thermal camera dibanderol sampai puluhan juta. “Alat ini jika dipasarkan, harganya sekitar Rp 7 juta sampai Rp 9 juta. Ini di luar monitor dan menggunakan sebuah PC kecil,” tambahnya.

Untuk sementara, alat pendeteksi suhu dan masker ini masih dipakai di lingkungan kampus Udinus. Namun pihaknya tidak menampik jika ada instansi yang berminat, makan bisa diproduksi lagi. “Bisa dikatakan 98 persen siap diproduksi,” bebernya.

Baca juga:  3,2 Juta Lansia Jateng Jadi Prioritas Vaksinasi

Ia menjelaskan, karena hanya dijual dalam bentuk PC dan detector suhu serta masker. Calon pembeli bisa menggunakan monitor komputer, LED, ataupun laptop. Dirinya mengaku saat ini alat pendeteksi ini masih akan terus dikembangkan, agar bisa memiliki cakupan deteksi manusia yang lebih luas. (den/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya