alexametrics

Pandemi, Stok Darah PMI Menipis 50 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Selama pandemi Covid-19, beberapa masyarakat Kota Semarang takut melakukan donor darah. Padahal PMI Kota Semarang selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Hal ini menyebabkan stok darah di PMI Kota Semarang menipis.

Kepala Bagian Pelayanan Pasien PMI Kota Semarang Dokter Diah Hastuti mengatakan, semenjak ada pandemi stok darah di PMI menipis hampir 50 persen penurunannya. Hal ini disebabkan karena kurangnya orang-orang yang melakukan donor darah. Meski menurun, pelayanan dan penyediaan darah di PMI Kota Semarang tetap dilakukan secara maksimal.

Alhamdulillah, untuk akhir-akhir ini, meskipun stok darah kami menipis tapi masih cukup aman. Jadi tidak ada antrean dari rumah sakit, sehingga semua permintaan bisa kami penuhi semua,” ujarnya saat ditemui di Kantor PMI Kota Semarang, Selasa (20/10).

Baca juga:  Pemdes Harus Inovatif, Perkuat Aplikasi dan Tertib Administrasi

Ia menambahkan selama pandemi Covid-19, PMI Kota Semarang mempunyai strategi agar stok darah tetap aman. Yakni dengan melakukan jemput bola mobil unit, menggunakan bus PMI dan elf PMI. Untuk bus dan elf PMI keliling setiap hari. “Untuk pagi, bus kami akan berada di Tembalang hingga sore. Sedangkan elf, pagi akan di Ngaliyan dan sore berada di Arteri Sukarno Hatta Semarang,” ujarnya.

“Kami juga beberapa kali mengadakan event di kantor PMI, dengan membagikan suvenir bagi para pendonor. Agar masyarakat banyak datang untuk melakukan donor darah,” tambahnya.

Diah mengatakan selama pandemi ini, para petugas donor darah rutin melakukan pemeriksaan rapid test dan swab test. Hasilnya Alhamdulillah negatif semua. Selain rutin melakukan tes, kantor PMI juga rutin seminggu dua kali dilakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh fasilitas seperti mobil dan elf donor darah serta ruangan yang digunakan untuk donor darah.

Baca juga:  31 Jalani Sanksi, 100 Orang Dapat Hadiah

Bagi para pendonor darah selama pandemi akan dilakukan screening awal dengan lebih ketat dibandingkan sebelum pandemi. Beberapa pertanyaan di formulir akan lebih lengkap terkait kondisi para pendonor. “Petugas kami juga akan melakukan anamnesisnya lebih lengkap dan lebih mendalam. Agar dapat memberikan kenyamanan bersama,” tambahnya.

Diah berharap agar masyarakat di Kota Semarang aktif kembali melakukan donor darah. Jangan khawatir untuk datang berdonor darah ke PMI. Karena protokol kesehatan disini diterapkan semua dengan benar dan secara ketat. (cr1/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya