alexametrics

Pemkab Magelang Agresif Tracing Kasus Baru Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Meski temuan kasus Covid-19 yang baru akan berpengaruh pada zonasi daerah, namun Pemkab Magelang tak khawatir. Pihaknya semakin intensif melaksanakan swab test masal. Menyasar pada kelompok-kelompok rentan, meliputi kontak erat, pasien komorbid, lansia, ibu hamil, dan tenaga kesehatan (nakes).

Bahkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang menargetkan 186 pengambilan swab test masal setiap harinya. Atau 1.301 orang per minggu. Bahkan, pratik di lapangan melampaui target. Sekitar 40 hari terhitung sejak 7 September sampai 16 Oktober terkumpul 11.474 sampel. “Dari jumlah itu, diketahui 104 orang positif Covid-19,” kata Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Magelang Dwi Susetyo, kemarin.

Memang, temuan itu membuat angka Covid-19 di wilayahnya meledak. Justru pihaknya bisa cepat melakukan intervensi. Menurut Dwi, swab test masif dinilai efektif untuk menemukan kasus warga yang terpapar Covid-19. Sampai Minggu, (18/10), angka kumulatif positif Covid-19 mencapai 154 orang. Tiga pasien dinyatakan sembuh dari Kecamatan Salaman dan Kaliangkrik.

Baca juga:  Flyover Ganefo Mranggen Dikerjakan Padat Karya

Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kabupaten Magelang dr Oktora Kunto Edhy menyebutkan, pasien komorbid dan lansia sangat rentan terkena Covid-19. Akibat imunitas yang rendah. Gejala khas Covid-19 juga sulit dikenali pada kelompok ini, sehingga perlu mendapat perhatian serius.

“Mereka nggak batuk, pilek, dan deman. Tapi biasanya mengalami penurunan kesadaran, tidak nafsu makan, lalu ada perubahan perilaku. Gejalanya tidak khas seperti Covid-19,” ujarnya.

Karena itu, monitoring sangat diperlukan. Guna mencegah pasien jatuh pada kondisi buruk. Dari hasil pemeriksaan swab test masal, ia juga mengantongi empat besar penyakit komorbid dengan positif Covid-19. Yakni, kencing manis atau diabetes miletus, ginjal, jantung koroner, dan hipertensi atau darah tinggi.

Baca juga:  Vaksinasi Kampung Sehat Gandeng Poltekkes

“Kondisi pasien menjadi parah, karena terjadi interaksi antara Covid-19 dan penyakit komorbidnya itu. Jadi pada penderita komorbid ini mudah terjadi perburukan, dari fase sedang ke buruk cepat sekali,” jelasnya.

Menurutnya, tepat bila swab test masal menjangkau pasien komorbid dan lansia. Jika gejala Covid-19 diketahui secara dini, dapat mengingkatkan harapan sembuh pasien.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang memastikan logistik penanganan Covid-19 masih tercukupi sampai 1,5 bulan ke depan. Per Jumat, (16/10) petang lalu, logistik tersisa beras 9 ton, 4.800 bungkus mi instan, dan 900 kaleng susu. Sedangkan bantuan nonpangan berupa alat pelindung diri (APD), disalurkan untuk tenaga kesehatan (nakes). “Logistik (pangan, Red) ini untuk kebutuhan isolasi mandiri (Isman),” kata Kabid Kedaruratan dan Logstik BPBD Kabupaten Magelang, Pranowo, pekan lalu.

Baca juga:  Sebelum Beraksi, Pelaku Perampokan Jalan Krakatau Survei Lapangan Dulu

Ia masih terbuka pada masyarakat yang membutuhkan bantuan logistik. Penyaluran langsung oleh pihaknya. Setelah melakukan verifikasi dengan Puskesmas dan pemerintah desa setempat. “Tiap hari, ada permintaan pengiriman logistik,” ucapnya.

Logistik itu didapatkan BPBD dari berbagai sumber. Yakni Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemkab Magelang, pengusulan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dan bantuan corporate social responsibility (CSR). (put/ida/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya