alexametrics

Ramaikan Kampung Wisata dengan Gerakan BISA

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berusaha membangkitkan wisata di wilayahnya. Salah satu caranya dengan menjalankan program Gerakan BISA (bersih, indah, sehat dan aman).

Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan Sutarno menjelaskan, program tersebut hasil kerjasama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan pihaknya. “Gerakan BISA ini diharapkan membangkitkan optimisme masyarakat untuk menyambut pariwisata di masa adaptasi kebiasaan baru,” jelasnya Sabtu (10/11/2020).

Selain bermanfaat untuk seluruh stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif, juga bermanfaat bagi warga sekitar. Karena telah memberikan insentif bagi pelaku destinasi wisata dalam bentuk kegiatan padat karya. Yakni, dengan menggunakan Dana Intensif Daerah (DID) yang menunjang sarana dan prasarana yang ada. Seperti pembelian peralatan kebersihan sapu, tempat sampah, wastafel untuk peralatan cuci tangan wisatawan, pengecatan lokasi wisata agar terlihat bagus dan rapi.

Baca juga:  400 Pelajar Jalani Pembibitan Atlet Nasional

Dijelaskan lebih lanjut, ada tiga kampung wisata yang akan digarap. Yaitu Kampung Wisata Religi Sapuro, Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Pesindon. Namun yang pertama kali dikerjakan adalah Kampung Wisata Religi Sapuro, karena lokasinya terus ramai, terutama pengunjung luar kota.

Terpisah, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Sapuro Kebulen Taufiq menjelaskan, dari program Gerakan BISA, pihaknya mendapatkan banyak fasilitas. Untuk membantu mewujudkan wisata yang aman dan nyaman saat dikunjungi, pihaknya melibatkan seluruh unsur elemen masyarakat setempat mulai dari LKK, LPM, BKM, RT/RW, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, dan RT/RW. “Semoga tempat kami bisa lebih nyaman dalam menyambut wisatawan,” tuturnya.

Sebab menurutnya, kebersihan, kesehatan dan keamanan akan menjadi faktor utama yang dibutuhkan wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru ini. Sehingga kesiapan destinasi beserta seluruh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di dalamnya harus benar-benar siap. “Pengerjaan dalam kegiatan ini terbagi dalam 5 pos kebersihan. Mulai dari Jalan Madura sampai pertigaan masjid hingga makam-makam ulama besar yang merupakan cikal bakal Kelurahan Sapuro ini. Kegiatan ini sifatnya stimulan,” katanya. (han/ida/bas)

Baca juga:  Sebut Kiai Pacakan, Ketua PCNU Kendal Disoal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya