alexametrics

Kenalkan Kungfu Tradisional kepada Generasi Milenial

Menjaga Tradisi saat Imlek

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Kungfu tradisional masih eksis di Jawa Tengah. Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) menjadi salah satu yang tetap konsisten melestarikan tradisi nenek moyang ini. Di sasana di bawah naungan AKTI, kungfu tradisional dikenalkan kepada anak-anak.

Istilah kungfu kali pertama dikenalkan oleh pedagang dan misionaris dari Barat (Eropa) yang pernah menetap di Tiongkok. Mereka kembali ke negara asalnya, dan menyebarkan istilah kungfu. Nama kungfu semakin dikenal setelah Bruce Lee (Lee Siao Lung) memperkenalkannya melalui film-film action-nya. Juga oleh aktor film Jet Li. Ia tercatat sebagai juara wushu nasional Tiongkok.

Wakil Ketua Umum AKTI Jawa Tengah Harjana Wijaya mengatakan, potensi atlet kungfu tradisional sangat besar. Pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mengenalkannya. Terutama bagi generasi milenial yang bisa menjadi penerus seni bela diri ini. “Iya, anak-anak muda harus terus diajak untuk melestarikannya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tjia Eng Bie – begitu ia disapa menambahkan, sebenarnya sudah banyak perguruan atau sasana kungfu. Meski memang diakui masih belum sepenuhnya yang bergabung bersama dengan AKTI Jateng. “Tapi, dalam perkembangan ke depannya sudah mulai kelihatan, dan bergabung di AKTI,” ujarnya.

Baca juga:  Terima Petunjuk Lokasi Bong Lewat Mimpi

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk bisa melestarikan kungfu tradisional di Jateng. Salah satunya dengan menggelar sejumlah event dan pertandingan khusus jurus-jurus tradisional yang dimiliki oleh perguruan atau sasana kungfu. Bahkan di tengah pandemi Covid-19, para atlet tetap digembleng untuk bisa meningkatkan skill kungfu tradisional.

“Jadi, di AKTI yang dipertandingkan khusus jurus tradisional yang dimiliki oleh perguruan/sasana kungfu. Kami masih tetap menggelar meski pandemi, tentunya secara virtual,” katanya.

Atlet Jateng di kancah kungfu tradisional juga sudah tidak diragukan lagi. Sudah banyak prestasi yang diukir atlet bahkan sudah pernah menjuarai di even yang diadakan oleh DPP AKTI. Seperti Pra Fornas V di Jakarta serta Fornas V 2019 di Samarinda. “Ini sebagai upaya kami untuk bisa melestarikan kungfu tradisional terutama di Jateng,” tambah pelatih kungfu tradisional dan barongsai tersebut.

Baca juga:  Kelenteng Tertua di Semarang Masih Kokoh meski Terjepit Ruko

Sejumlah prestasi moncer atlet kungfu tradisional Jateng pernah didapatkan. Seperti emas di Pro Formas, dan didapatkan atlet usia dini. Yaitu, usia 9-12 putra dan putri. Pihaknya juga terus mengasah kemampuan atau skill atlet untuk bisa terus berkembang.

“Di Jateng banyak sekali perguruan kungfu, jika semua bergabung dan bersama tentu Jateng bisa lebih banyak mendapatkan prestasi di kancah nasional maupun internasional,” katanya. (fth/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya