alexametrics

Hobi Adu Jago, Dibikinkan Miniatur Ayam

Rumah Arwah, Kiriman Harta untuk Leluhur

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Unjuk bakti pada leluhur salah satunya ditunjukkan dengan membakar rumah arwah. Kiriman miniatur harta kadang disesuaikan dengan hobi leluhur semasa hidupnya.

Miniatur rumah dan berbagai barang terlihat di sebuah kios yang berada di Gang Cilik Nomor 4, Pecinan Semarang. Di tempat ini, sehari-hari Ong Bing Hok membuat rumah arwah.

Rumah arwah merupakan tradisi kebudayaan Tionghoa untuk menghormati leluhur. Para keturunan yang masih hidup akan membakar berbagai miniatur barang yang diyakini akan menjadi harta leluhurnya yang telah meninggal.

Ong merupakan pengrajin generasi keempat di silsilahnya. Pertama usaha itu didirikan kakek buyutnya, Ong See, setelah itu dilanjutnya kakeknya Ong Wan Giam, dilanjutkan lagi ke ayahnya Ong Boen Djoen, sekarang diteruskan dirinya. “Usaha ini berdiri sudah ratusan tahun, zaman dulu ketika orang Tiongkok hijrah ke Indonesia. Pembelinya kebanyakan dari dalam kota Semarang dan sejumlah kabupaten/kota di Jateng,” jelasnya.

Baca juga:  Buah Naga, Pembawa Hoki di Meja Altar

Adapun bahan-bahan yang digunakan ada bambu, berbagai jenis kertas, dan lem. Dari bahan-bahan tersebut disusun rumah-rumahan kertas. Bisa bentuk miniatur rumah sederhana hingga bertingkat yang mewah. Bisa juga ditambah tempat tidur, kursi, meja, lemari, televisi, kulkas dan perabot rumah tangga lainnya. Bahkan ada juga yang pesan dilengkapi mobil, sepeda motor, bahkan pesawat.

“Jadi dibuat seperti rumah utuh umum yang ada di dunia, ditambah ada pembantu, dibuat dari kertas dibentuk orang-orangan dari kertas,” sebutnya.

Pria kelahiran Semarang, 29 Maret 1949 itu juga mengaku ada beberapa pembuatan rumah arwah yang dibuat desain khusus. Hal itu biasanya dilakukan saat yang meninggal meninggalkan wasiat. Ada juga yang meninggal karena memiliki hobi tertentu. Misal senang adu jago, nanti tinggal diberikan tambahan ayam jago, senang pelihara anjing diberi tambahan anjing, senang naik becak diberi tambahan becak, ada juga yang suka berburu dikasih senjata.

Baca juga:  Harapkan Perlindungan, Gelar Ritual Po Un

“Tapi itu semua dibuat dari kertas, nanti dicetak khusus, semua tergantung pesanan, tapi jarang ada pesanan begitu, ungkapnya. Selain rumah arwah, juga ada simbol tiga dewa dari kertas, namanya dewa pengawal. Ada tandu lengkap pemikul, koper, gudang harta dan pakaian, gunung emas, perak dan gunung uang.

Orang-orang yang memesan khusus tersebut, dari pengalamannya, kebanyakan karena keluarganya ada yang mendapatkan mimpi. Namun ia sendiri sebagai pengrajin tidak pernah mendapatkan mimpi khusus. “Biasanya yang pesen begitu juga melihat kehidupan di dunia senangnya apa, ada yang suka tenis dikasih lapangan tenis dan perlengkapannya, ada juga sebelum meninggal berpesan nanti dikasih ini dan itu,” ujarnya.

Baca juga:  Lima Hari Pengguna KA Naik 8,6 Persen

Untuk harga, lanjutnya, dari kisaran Rp 2 juta hingga Rp 10 juta, tergantung besar dan kecilnya rumah. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk satu rumah yang kecil dibutuhkan waktu sekitar seminggu sampai sepuluh hari. (jks/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya