alexametrics

Buah Naga, Pembawa Hoki di Meja Altar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Buah naga lazim ditemui di meja altar persembahan untuk dewa. Diyakini membawa hoki atau keberuntungan.

Bagi masyarakat Tionghoa, buah naga atau dragon fruit, dipilih untuk menghiasi meja altar saat Imlek. Buah dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan ini diyakini membawa hoki, sehingga cocok sebagai persembahan untuk dewa.

Saat Imlek, buah naga acapkali menjadi pendamping dua patung di meja altar persembahan bagi para dewa. Apalagi buah yang berasal dari kaktus ini juga dipercaya baik untuk kesehatan.

Banyaknya warga yang membeli buah naga dirasakan Nur Ahmad Widiyanto, petani buah naga, Desa Candi, Kelurahan Sirahan, Salam, Kabupaten Magelang. “Alhamdulillah warga Kabupaten Magelang cukup banyak yang suka dengan buah naga, jadi kalau panen pasti habis,” terang Nur Ahmad.

Baca juga:  Gambang Semarang, Akulturasi Budaya Jawa dan Tionghoa

Ia biasanya menjual hasil panen buah naganya ke berbagai pasar yang ada di Kabupaten Magelang. Dalam setahun ia memanen buah naga dari Januari sampai Maret. Sekali petik ia bisa memperoleh 1,5 kuintal buah naga, yakni dalam sepuluh hari. “Biasanya kalau musim panen setiap 10 hari sekali sudah bisa dipetik,” ujarnya.

Hanya saja, harga buah naga menjelang Imlek tahun ini kurang menggembirakan. Anjlok dari harga normal yang berkisar Rp 10 ribu. Panen raya membuat pasokan melimpah. Sesuai hukum pasar, pasokan melimpah membuat harga turun. Meski demikian, Nur Ahmad mengaku masih bisa mendapatkan untung. (man/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya