Rumah Pembuat Petasan Digerebek, Sudah Produksi Selama Lima Tahun

663
Petugas kepolisian dari Polres Demak menggerebek pembuatan bahan petasan di Desa Bunderan, Kecamatan Wonosalam. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Demak – Kepolisian Polres Demak menggerebek sebuah gubuk kayu beratap genteng dibawah pohon bambu di Desa Bunderan, Kecamatan Wonosalam. Gubuk ini diduga dipakai sebagai tempat pembuatan bahan petasan.

Petugas mengamankan Barang Bukti (BB) berupa photasium chlorat 75 kilogram, belerang 45 kilogram, chrom 25 kilogram, sumbu 5 kilogram, serbuk areng 5 kilogram, sendowo 9 kilogram, serbuk petasan (obat petasan) yang sudah jadi sebanyak 5 kilogram, serta alat-alat pembuat petasan dan ratusan batang petasan siap isi.

Selain itu, petugas juga mengamankan pelaku Tasmijan, 53, dan anaknya Abdul Wahab. Gubuk kecil milik pelaku untuk memproduksi serbuk mesiu atau bahan petasan tersebut berada dibelakang rumah tempat tinggal yang bersangkutan. Sehari-hari, Tasmijan merupakan pengepul barang rongsokan. “Saya sudah membuat bahan petasan ini lima tahun lalu,”ujarnya kepada petugas.

Menjelang lebaran ini, ia sudah memproduksi sebanyak hampir 60 kilogram serbuk mesiu. Kemudian, juga petasan berbagai ukuran. “Untuk pemasaran petasan dijual di wilayah Wonosalam dan sekitarnya, termasuk Dempet dan Demak Kota. Juga melayani pemesan,” katanya.

Kapolres Demak AKBP R Fidelis Purna Timoranto melalui Kasat Sabhara AKP Nur Mahmudi menyampaikan, dalam penggeledahan yang dilakukan dilokasi, petugas mendapati hampir satu kuintal bahan mercon yang diproduksi pelaku. Termasuk, bahan potassium, belerang, sendowo, serbuk areng dan lainnya. “Ada juga serbuk petasan siap pakai beserta sumbunya seberat 5 kilogram dan ratusan butir petasan siap edar,”katanya.

Menurutnya, penggerebekan itu dilakukan setelah petugas melakukan pemantauan dilapangan terkait penjualan petasan atau peledak itu. “Kita lakukan pengembangan dan kemudian kita temukan siapa yang memproduksi bahan petasan tersebut. Sudah 5 tahun ini pelaku buat petasan,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, Tasmijan dan anaknya Abdul Wahab dimintai keterangan di Mapolres Demak. Untuk BB juga diamankan petugas. (hib/bas)





Tinggalkan Balasan