alexametrics

Temui Komisi X DPR RI, DPRD Wonosobo Perjuangkan Nasib Guru Honorer

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo ikut perjuangkan nasib guru honorer. Bersama perwakilan guru, mereka membawa sejumlah aspirasi untuk disampaikan pada DPR RI. Mereka diterima oleh Komisi X DPR RI di Jakarta.

Menurut Ketua Komisi D DPRD Wonosobo Ahmad Faizun kedatangannya menemui Komisi X DPR RI tak lain untuk menyampaikan aspirasi mengenai berbagai persoalan yang terus membayangi guru honorer.

“Kita meneruskan audiensi beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh guru honorer. Mereka memang butuh solusi atas masalah yang dihadapi,” terangnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kemarin (23/9/2021).

Persoalan utama itu menurut anggota DPRD dari Fraksi PKB ini adalah para guru horoner kesulitan mengikuti passing grade yang diberikan oleh pemerintah pusat dalam rekrutmen PPPK. Sebab nilai dari passing grade yang ditetapkan terlalu tinggi. Sebagian besar guru honorer yang tergabung dalam Forum Guru Tidak Tetap (GTT), Pegawai Tidak Tetap (PTT) itu mengaku terlalu berat.

“Seperti di guru di Wonosobo sendiri, dari total 1.300-an guru, 87 persen itu tidak lolos passing grade yang ditentukan pemerintah. Oleh karena itu kita meminta passing grade itu bisa diturunkan,” katanya.

Selanjutnya, para guru meminta pemerintah harus mengutamakan para guru yang telah mengabdi lama di sekolah. Sehingga dari sisi penghasilan bisa disejajarkan dengan guru yang berangkat dari ASN atau minimal dari P3K.

“Mereka sama-sama mengajar dengan waktu yang sama. Jumlah jam yang diberikan sama tapi penghasilan yang diterima sangat jauh berbeda. Dan itu terjadi selama puluhan tahun. Tentu ini terlalu menyakitkan bagi mereka,” ujarnya.

Terlebih menurutnya, di Kabupaten Wonosobo kekurangan tenaga pendidikan. Namun faktanya, tenaga pengajar ini belum mendapatkan perhatian khusus.

“Tentu ini menjadi keprihatinan bersama di tengah kebutuhan tenaga pengajar itu besar. Tapi mereka seperti tidak dianggap,” keluhnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan pada Komisi X DPR RI untuk mengadukan masalah ini ke pemerintah pusat. Dengan datang langsung ke Senayan, Jakarta harapannya bisa segera ada solusi dari masalah yang dihadapi di lapangan.

“Dan alhamdulillah kita ditemui oleh Ketua Komisi X, Bapak Syaiful Huda secara langsung di kantornya. Dan siap menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah,” imbuhnya.

Dia sangat berharap pertemuan tersebut bisa menghasilkan solusi bagi para guru yang selama ini masih berjuang. Sehingga guru honorer di Wonosobo bisa mendapat hak yang sama.

“Karena kita meyakini problem ini tidak hanya dihadapi oleh guru di Wonosobo saja. Tapi juga oleh guru honorer yang ada di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (git/adv/lis)

 

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya