alexametrics

Pemprov Jateng Ajukan Dua Tema Baru Pembangunan Daerah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusung dua tema baru pembangunan daerah. Tema tersebut diusulkan dalam Raperda Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Jawa Tengah tahun 2018-2023.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menuturkan perubahan RPJMD Jateng memang perlu segera dilakukan. Pasalnya pandemi covid-19 memberikan dampak signifikan. Terutama di bidang ekonomi dan kesehatan. “Dampak ini berimplikasi pada penyesuaian arah kebijakan, strategi prioritas dan sasaran pembangunan nasional maupun daerah,” ujarnya pada Rapat Paripurna DPRD Jateng Senin (19/3/2021).

Untuk menyesuaikan hal tersebut, pihaknya mengajukan Raperda Perubahan RPJMD Jateng tahun 2018-2023. Yang di dalamnya memuat dua tema baru prioritas pembangunan Jateng untuk Tahun Anggaran tersisa. Antara lain pada 2022 penyesuaian tema pembangunan berubah menjadi peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat didukung penguatan daya saing ekonomi dan SDM. Sedangkan 2023 prioritas pembangunan akan diarahkan pada ketahanan ekonomi, pengurangan kemiskinan dan pemgangguran, perbaikan kualitas SDM dan perwujudan tata kelola fan ketahanan fiskal. “Perubahan tersebut juga menyelaraskan perubahan RPJMN 2020-2024 yang sejak tahun lalu sudah mengalami perubahan,” lanjutnya.

Baca juga:  Soal Joki Vaksin di Semarang, Gubernur Ganjar: Kita Kasih Peringatan Keras, Nggak Ada Joki-Jokian

Nantinya dalam pembahasan Raperda, pihaknya akan berpacu pada kondisi terakhir delapan indikator kinerja utama pembangunan Jateng. Sehingga untuk sisa tahun RPJMD, pemerintah dapat menyelesaikan segala permasalahan dalam pembangunan daerah. Seperti angka pertumbuhan ekonomi Jateng yang turun hingga -2,65 persen pada 2020, jumlah penduduk miskin yang bertambah menjadi 4,12 juta orang atau 11,84 persen, jumlah penggangguran bertambah menjadi 1,21 juta orang atau 6,48 persen. Serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus naik di angka 71,87 pada tahun 2020. “Saya berterima kasih DPRD sangat mendukung dan cepat tanggap untuk membahas Raperda yang kita usulkan. Semoga kita samua dapat mewujudkan visi misi RPJMD terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan dan penagguran serta penibgkatan kualitas SDM” jelasnya.

Baca juga:  Pandemi Pererat Rasa Kekeluargaan Warga Kelurahan Ngesrep

Sementara itu Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto menyambut baik usulan dari Pemprov Jateng. Legislator PDIP ini menyadari perubahan RPJMD memang penting dilakukan. Sebab kondisi Jateng saat ini jauh berbeda dengan perkiraan saat RPJMD pertama kali dirancang. “Karena covid-19 ekonomi melemah, kemiskinan dan pengangguran meningkat. Ini perlu segera diselesaikan,” ujarnya.

Maka dari itu pihaknya berkomitmen membantu pemerintah. Untuk dapat merancang penyesuaian program pembangunan yang dapat menyelesaikan segala permasalahan yang timbul. Terutama akibat pandemi covid-19. “Kami selalu menjalin kerjasama dan sinergitas baik dengan pemerintah provinsi Jawa Tengah. Demi menuju Jateng sejahtera dan berdikari. Tetap mboten korupsi mboten ngapusi,” jelasnya. (akm/adv/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya