alexametrics

Legislatif Penyambung Lidah Masyarakat

Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun, S.H.I.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEGAGALAN bukanlah sebuah akhir, melainkan awal sebuah keberhasilan. Itulah yang dirasakan Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun, SHI. Baginya, pengalaman pernah gagal tentu hampir dirasakan setiap orang. Termasuk dirinya saat akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2009 silam.

Tapi bukan Makmun jika terus terpuruk dalam kegagalan. Ia justru bangkit dan membuktikan dirinya layak untuk diperhitungkan. “Dari kegagalan itulah seseorang belajar sebuah salah dan benar, belajar untuk menghargai segala sesuatu hal dan berusaha untuk memperbaiki diri lebih baik lagi,” katanya.

Pria yang kini didapuk menjadi Ketua DPC PKB Kendal itu mengaku, 2009 silam dirinya ikut menyemarakkan pemilihan legislatif (pileg). Tapi belum berhasil karena suara dukungan yang didapat belum memenuhi. “Saat itu saya posisi masih sebagai Ketua PAC PKB Kecamatan Kangkung ,” akunya.

Baca juga:  Anggota DPRD Kendal Raih Doktor Undip

Namun dari kegagalan itulah ia belajar pentingnya persaudaraan dan membangun jaringan. Dengan berbekal organisasi yang pernah diikutinya, ia mulai membangun jaringan. “Kebetulan saya aktif banyak organisasi, IPNU, GP Ansor, NU, PMII dan sebagainya. Jadi banyak teman yang bisa membantu dan menolong,” tuturnya.

Akhirnya 2011 ia diangkat menjadi Sekretaris DPC PKB Kendal. Kemudian di 2014 lalu, ia pun mencalonkan diri dalam Pileg. “Alhamdulillah berhasil dengan perolehan suara di luar dugaan karena banyak. Itulah yang saya rasakan dari jaringan persaudaraan melebihi tim pemenangan,” tandasnya.

Karirnya terus meningkat. Pada 2016 ia diangkat menjadi Penjabat (Pj) Ketua DPC PKB Kendal sebelum akhirnya 2017 sampai sekarang ia menjadi Ketua DPC PKB Kendal definitif. “Dari organisasi saya belajar banyak hal, mulai dari bersosialisasi, advokasi dan bisa kenal banyak tokoh-tokoh masyarakat,” jelasnya.

Baca juga:  Bukti Sinergitas Legislatif dan Eksekutif

Keinginannya untuk berpolitik dan menjadi anggota DPRD lantaran banyaknya dorongan masyarakat yang menginspirasinya untuk menjadi penyambung lidah atau menampung aspirasi warga. “Saya belajar banyak hal, terutama memperjuangkan masyarakat lemah yang tidak bisa menyampaikan ide gagasan kepada pemerintahan,” paparnya.

Baginya, menjadi anggota legislatif bukan sekadar pekerjaan. Melainkan ada memang nilai yang harus diperjuangkan. Yakni nilai-nilai demokratisasi, keadilan, kesejahteraan, pemerataan pendidikan, mudahnya akses kesehatan dan sebagainya.

Dengan terpilihnya sebagai Ketua DPRD Kendal, ia berharap bersama-sama Pemerintah dan masyarakat bisa membangun Kendal lebih baik. “Tugas DPRD adalah melaksanakan perintah undang-undang. Yakni supaya pemerintahan di Kendal bisa seirama untuk menyejahterakan masyarakat,” katanya.

Yakni dengan menata birokrasi pemerintahan, mengawal serapan aspirasi masyarakat agar pembangunan bisa sejalan dengan harapan masyarakat. Tujuannya tentu agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan, kesejahteraan yang merata. (adv/bud/ton)

Baca juga:  Pansus Bahas Raperda Pengelolaan Pasar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya