alexametrics

Tak Begitu Strong Seperti Kopi Sumatera, Kopi Batang Mulai Curi Perhatian

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Batang – Upaya keras dilakukan pegiat kopi di Kabupaten Batang untuk mem-branding kopi lokal. Kegiatan itu pun didukung oleh Pemda, agar dikenal masyarakat sebagai Kopi Batang. Kopi lokal Batang selama ini dikenal dengan nama Kopi Temanggung.

Rifani Zuniyanto, 36, owner Batang Coffee menjelaskan bahwa Kopi Batang saat ini hanya dilirik oleh orang-orang yang paham akan kopi. Keberadaan Kopi Batang sudah dapat tempat di para pecinta kopi. Namun untuk masyarakat umum masih kalah branding dengan Temanggung.

Branding kami saat ini masih lemah, padahal kualitas dan jumlah produksi tinggi. Tidak dipungkiri, karena kami melakukan branding itu mandiri. Entah itu dari petani, kedai, hingga pegiat kopi,” ujarnya.

Menjamurnya kafe di Kabupaten Batang juga ikut menaikkan nama Kopi Batang. Mereka diarahkan untuk menggunakan produk kopi lokal. Sementara itu, untuk produk Kopi Batang juga sudah masuk ke minimarket menggunakan merek Batang Coffee.

Baca juga:  Bunga Desa Ditemukan Gantung Diri

“Dengan itu orang Batang sendiri mulai mengenal, sesuai target kita. Kopi Batang untuk orang Batang dulu. Kalau tidak menguasai pasar Batang bagaimana mau keluar,” imbuhnya.

Menurutnya, persaingan kopi saat ini berasal dari Temanggung, Lampung, juga Aceh. Melalui ikon Kopi Batang ia berharap kopi lokal dijual lewat Batang. Tidak dari Temanggung lagi.

“Ciri kopi Batang itu lebih soft tidak begitu strong seperti kopi dari Sumatera. Hal itu dipengaruhi oleh lingkungan dan ketinggian. Di Batang kopi banyak ditanam mulai ketinggian 200 Mdpl sampai 1.600 Mdpl,” terang Rifani.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso pun mengapresiasi langkah pegiat kopi Batang. Pada 2019 ada program Ngombe Kopi. Program itu mengajak masyarakat Kabupaten Batang minum kopi lokal di rumah masing-masing. Sejak itu mulai di-branding Kopi Batang untuk pemasarannya.

Baca juga:  Citarasa Java Arabica Sindoro, Kopi Beraroma Tembakau

“Saya salut dengan pegiat kopi lokal. Kami di pemerintahan tugasnya adalah memfasilitasi. Tapi kreativitas mereka dalam pemasaran, menjalin kerjasama, dan lain sebagainya sangat luar biasa. Hingga bisa memasarkan ke luar daerah, hingga luar negeri,” ucapnya.

Menurutnya, penggunaan nama Kopi Batang diterapkan untuk seluruh produk kopi dari Kabupaten Batang. Hal itu dilakukan meskipun jenisnya berbeda, seperti kopi Tombo, kopi Lobang, kopi Pacet, kopi Curug Genting, dan lain sebagainya. Nama daerah akan terangkat dengan penamaan Kopi Batang. “Kalau dipersempit pada satu daerah, suatu saat tidak akan bisa mencukupi untuk luar daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji menjelaskan bahwa tiap daerah punya kelebihan masing-masing. Geografis perbukitan hingga di ketinggian 1.600 Mdpl membuat Kabupaten Batang cocok untuk perkebunan kopi.

Ditambah dengan semakin menjamurnya kedai dan kafe di berbagai tempat, membuat kopi lokal semakin terangkat. “Kopi ini sekarang menjadi gaya hidup. Kalau nggak ngopi rasanya nggak hidup,” ujar Wihaji.

Baca juga:  Eksiskan Seni Simtudduror di BTP

Menurutnya, apapun bisnis yang bergerak di bidang ekonomi punya persoalan sama yaitu market. Hal penting dalam marketing, ada trust dari konsumen. Perlu pembiayaan lebih untuk melakukan branding. Itu menjadi persoalan, karenanya perlu ada inovasi dari pebisnis maupun petani kopi.

“Kopi Batang sudah teruji kualitasnya. Branding Kopi Batang harus diperkuat. Selain itu perlu ada event, seperti lomba taste kopi nasional secara virtual. Kalau tidak ada event susah melakukan branding,” terangnya.

Ia berharap agar masyarakat mencintai produk sendiri, besarkan hasil petani kopi sendiri, dan bersama-sama membesarkan nama Kopi Batang. “Selamat hari kopi, semoga petani kopi tambah manfaat, pegiat kopi tambah oke, dan pencinta kopi tambah sip,” tandasnya. (yan/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya