Raih Akreditasi Paripurna, RSUD Temanggung menuju Rumah Sakit Pendidikan

238
SOLID : Direktur RSUD Temanggung dr. Tetty Kurniawati, Sp.S, M.Kes bersama jajarannya usai menerima piagam akreditasi paripurna dari KARS.

RADARSEMARANG.ID-Segenap civitas hospitalia Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung patut berbangga. Belum lama ini RSUD Temanggung baru saja terakreditasi lulus tingkat Paripurna oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Direktur Temanggung dr. Tetty Kurniawati, Sp.S, M.Kes mengungkapkan, akreditasi yang dilakukan oleh KARS tersebut menggunakan standar nasional akreditasi rumah sakit (SNARS) edisi 1. Unsur penilaiannya ada 16 bab. Di antaranya tentang standar keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, tata kelola rumah sakit, manajemen fasilitas dan keselamatan dan beberapa bab lainnya.

“Salah satu bab yang penting adalah program nasional yakni menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menurunkan angka kesakitan HIV/AIDS, menurunkan tuberkulosis dan layanan geriatri (usia lanjut),” paparnya.

Disampaikan pula bahwa rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Temanggung itu merupakan satu-satunya rumah sakit tipe B di Kabupaten Temanggung. RSUD telah memiliki kapasitas 368 tempat tidur, 17 dokter umum, 2 dokter gigi, 39 dokter spesialis, 2 dokter subspesialis.

Akreditasi tingkat paripurna tersebut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi RSUD Temanggung. Tetty berharap hal tersebut dapat dipertahankan. “Tidak hanya mempertahankan paripurna saja, mudah-mudahan juga bisa meningkat menjadi bintang enam atau akreditasi internasional. Selain itu juga dapat meningkatkan kualitas dan mutu keselamatannya juga dapat selalu terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, di samping penvapaian akreditasi paripurna tersebut, ia akan mendorong RSUD Temanggung sebagai rumah sakit pendidikan. “Kita akan kerja sama dengan institusi-institusi pendidikan untuk praktik di sini. Ada kedokteran, kebidanan perawatan, radiografi. Sejatinya selama ini sudah ada kerjasama, sejak dua puluhan tahun lalu. Tapi baru kali ini akan kami deklarasikan sebagai rumah sakit pendidikan,” tuturnya.

Tetty juga berharap, dengan akan ditetapkannya RSUD Temanggung sebagai rumah sakit pendidikan diharapkan output pendidikannya akan lebih bagus. “Lebih banyak menjaring mahasiswa dan institusi pendidikan, lebih banyak menjalin MoU dengan akademisi-akademisi,” harapnya.

Ditambahkan juga oleh Humas RSUD Temanggung Erdiana Retnowulan Puspitasari bahwa RSUD Temanggung juga dilengkapi dengan alat-alat unggulan yang belum dimiliki rumah sakit lain yakni digital radio fluoroscopy dan magnetic resonance imaging (MRI). Yakni suatu alat yang digunakan untuk pemeriksaan medis dengan menggunakan tegnologi magnet dan gelombang radio untuk melihat detail bagian tubuh. “Selain itu kami juga memiliki pelayanan unggulan yakni kemoterapi,” bebernya.

RSUD Temanggung juga bekerja sama dengan Bank Jateng Temanggung menciptakan sistem host to host. Yakni fasilitas untuk transfer biaya layanan rumah sakit bagi pasien. Dengan sistem ini pasien tidak perlu antre untuk membayar tetapi bisa transfer melalui e-banking, ATM maupun kantor Bank Jateng. (tbh/adv/ton)

Tinggalkan Balasan