Wisata Edukasi di Museum Tematis

270
PERSEMBAHAN : Pameran tunggal Museum OHD untuk H Widayat.
PERSEMBAHAN : Pameran tunggal Museum OHD untuk H Widayat.

RADARSEMARANG.ID, KOTA MAGELANG cocok jadi alternatif wisata edukasi. Di kota kecil ini terdapat museum yang memiliki karakteristik tersendiri. Di antaranya, Langgeng Gallery Magelang, Syang Art Space, Museum Sudirman, Museum Bumiputera, Museum Abdul Jalil, Museum Diponegoro, Museum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Museum OHD.

KEKINIAN : Desain Museum BPK RI instagramable.
KEKINIAN : Desain Museum BPK RI instagramable. (IST)

Menariknya, museum-museum yang ada di Kota Magelang mengusung konsep dan tema berbeda. Seperti Museum BPK RI yang memperhatikan tren post-modern. Desain interior dibuat instagramable, penuh warna, dan memanfaatkan teknologi modern. Tidak heran, museum BPK satu-satunya di Indonesia ini mendapat peringkat pertama daya tarik wisata yang dikelola pemerintah dalam penghargaan Abiwara Pariwisata Provinsi Jawa Tengah tahun 2019.

Di museum ini, terdapat 14 ruangan dengan desain interior yang berbeda. Meliputi, ruang lobi, Wajah BPK, Sang Ketua, Rekam Jejak, Storage, Temporary Exhibition, Cafetaria, Audiovisual, Titik Nol, BPK, Kids Museum, Perpustakaan, Suvenir, dan kantor. “Ciri khas Museum BPK RI adalah digitalisasi,” kata Kepala Museum BPK RI Dicky Dewarijanto.
Dengan tampilan yang kekinian, Dicky berharap museum BPK RI bisa menjadi pusat pelestarian nilai dan pengetahuan, serta hasil kerja BPK yang komunikatif, edukatif, dan rekreatif.

“Dengan digitalisasi kami ingin pengunjung bisa langsung berinteraksi dengan museum. Kami punya interactive floor, kemudian ada game mendaftar sebagai pegawai BPK RI, dan sebagainya. Tanpa pemandu wisata, pengunjung sudah bisa mengakses informasi sendiri,” jelasnya.

Menggempur stigma museum hanya sebagai wisata minat khusus, ia punya strategi, yakni mengubah museum menjadi tempat yang menyenangkan. Tentunya dengan mengadaptasi tren yang diminati oleh sasaran pengunjung saat ini.

“Untuk Museum BPK RI, sasaran pengunjungnya adalah menyeluruh, tidak ada batasan usia. Namun demikian, lebih fokus kepada anak muda, yang sangat gemar dengan swafoto. Saat ini Museum BPK RI lebih banyak merangkul anak muda untuk turut berkreasi agar kegiatan menjadi lebih menarik lagi,” tandasnya.

Selain Museum BPK RI, Kota Magelang juga memiliki museum yang namanya dikenal di tingkat dunia. Yakni Museum OHD milik pengusaha Dr Oei Hong Djien (OHD). Museum ini mengusung konsep seni rupa modern dan kontemporer. Konsentrasi koleksi karya seni dari Indonesia. “Kalau kita punya koleksi yang terkonsentrasi, kita bisa punya koleksi yang komprehensif, sulit, dan historis. Kalau orang mau belajar seni rupa Indonesia dan sejarahnya, bisa datang ke sini,” imbuh Oei Hong Djien.
Oei Hong Djien memulai koleksinya sejak tahun 1970-an.

Hingga saat ini ia punya lebih dari 2.000 koleksi dari berbagai seniman. Meliputi lukisan, instalasi, patung, dan seni media baru. Salah satu koleksi tertua di Museum OHD, karya pelukis modern pertama di Indonesia, Raden Saleh Sjarif Boestaman. Lalu koleksi dari pelukis naturalistik di era Mooi Indie, seperti Wakidi, Abdullah Surio Subroto, dan Pirngadie, lalu Affandi serta karya seniman lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Djarwadi optimis kunjungan wisata museum meningkat. Pihaknya mempromosikan museum dalam berbagai event baik skala regional dan nasional, teaser, leaflet, aplikasi QR Code, media sosial dan melibatkan Putra dan Putri Duta Wisata Kota Magelang. (adv)