alexametrics

Hari Ini, 10.900 Orang Berlari, Orbitkan Borobudur Marathon ke Level Internasional

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID, Radar Semarang–Sebanyak 10.900 orang akan berlari dalam Borobudur Marathon 2019, Minggu (17/11) hari ini. Tidak kurang sekitar 300 pelari dari 35 negara akan ikut ambil bagian dalam event lari tahunan ini.

Sebelumnya, Sabtu pagi (16/11) kemarin, dilangsungkan Friendship Run yang diikuti sekitar 500 pelari di area sekitar Candi Pawon, dengan menempuh jarak 3,1 km. Acara Friendship Run sebagai ajang pemanasan dan juga hiburan, karena sepanjang jalur dimeriahkan pertunjukkan oleh para seniman Lima Gunung.

Project Officer Borobudur Marathon 2019, Budhi Sarwiadi, Sabtu (16/11) kemarin dalam sesi jumpa pers di Artos Hotel Magelang mengatakan bahwa jumlah peserta sebanyak 10.900 orang terbagi dalam tiga kategori yakni 10K diikuti 4.300 pelari, half marathon diikuti 4.300 pelari dan full marathon sebanyak 2.300 pelari. Ada 35 negara di luar Indonesia yang bergabung.

“Ada sekitar 300 orang lebih pelari dari Malaysia, Kenya, Jepang, Amerika, Belgia, dan lainnya. Ada peningkatan luar biasa untuk keikutsertaan Borobudur Marathon tahun ini. Untuk total hadiah yang diperebutkan adalah Rp 2,7 miliar,” imbuhnya.

Budhi menjelaskan, untuk persiapan pelaksanaan Borobudur Marathon 2019, semua sudah disiapkan. Baik petugas keamanan disiapkan, rute, maupun lainnya. Namun demikian, menurut Budhi, yang harus dicermati khususnya bagi pelari adalah cuaca. “Cuaca diperkirakan agak panas dengan kelembaban rendah. Personal base penting, namun kenyamanan dan keamanan lebih penting bagi pelari,” katanya.

Budhi mengucapkan terimaksih kepada semua pihak, yang telah ikut menyukseskan event Borobudur Marathon. Untuk tema tahun ini adalah Symphony & Harmoni yang berarti bahwa Borobudur Marathon bukan hanya untuk Borobudur, tapi untuk Jawa Tengah dan Indonesia

“Jumlah uang yang beredar di Borobudur Marathon, naik signifikan. Semua homestay penuh sejak Juli lalu. Dari data kami, pelaksanaan Borobudur Marathon 2017, uang yang berputar mencapai Rp 17 miliar, tahun 2018 mencapai Rp 29 miliar,” bebernya.

Baca juga:  Terapkan Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini

Budhi merinci untuk lintasan atau race yang dilalui pelari, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak keamanan. Untuk jalan yang ditutup dan dialihkan, kata Budhi, antara lain Jalan Balaputradewa menuju pintu utama candi. Kecuali shuttle bus mulai pukul 02.00-04.15, Jalan Sudirman menuju Simpang Kujon (04.15-07.30), Jalan Medang Kemulan menuju Pintu 8 Candi Borobudur (04.45-11.45), Jalan Pramudya Wardani-Traditional Market (04.45-06.50).

Selanjutnya, kata Budhi, jalan arah dari Salaman (Jalan Raya Borobudur 04.45-11.45), Jalan Syailendra (arah Simpang Kujon 04.45-11.45), Jalan Kampung Ngadiharjo (04.45-08.00) dan Jalan Bumi Segoro (04.45-08.00).

“Kemudian Jalan Badrawati (04.00-08.30), Jalan Ngaran Lor (04.00-08.30), Jalan Brojonalan-Jalan Candi Pawon (05.00-08.00), Jalan Mayor Unus (05.30-08.30). Lalu, Jalan Tegal Mulyo (05.30-08.50), Jalan Muh Khudlori (arah Jalan Letnan Tukiyat & Jalan Sentanu 05.30-09.00) dan Jalan Erosongan Wringinputih (05.30-07.15),” bebernya.

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno menuturkan pihaknya sangat mendukung acara ini layaknya seperti Power Bank, bahwa Borobudur Marathon Powered by Bank Jateng. “Kami ingin, keramaian dalam Borobudur Marathon ini menimbulkan kegairahan. Makanya, kami adakan ada Pasar Harmoni, serta stand-stand yang ada di Candi Borobudur. Semua untuk meramaikan ekonomi Jawa Tengah,” ujarnya.

Pihaknya berharap, berbagai pihak yang komitmennya membantu event lari Borobudur Marathon, terus nyengkuyung agar Borobudur Marathon melesat ke orbit lari dunia. “Selama kami dipercaya, tentu saja kami sebagai bank-nya wong Jateng tetap berkomitmen membantu penyelenggaraan Borobudur Marathon. Event ini telah menggerakkan ekonomi rakyat melalui UMKM dan homestay. Ke depan, kami ingin Borobudur Marathon bukan lagi sebagai idealisme Bank Jateng, tapi menjadi event kebanggaan nasional dan diakui dunia,” kata Supriyatno.

Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Sinung N Rachmadi memastikan secara filosofi, gelaran Borobudur Marathon tiga tahun tumbuh dan akan terus tumbuh.

Baca juga:  Ikuti Pembekalan Sebelum PKL

“Saya tak setuju dengan istilah perekonomian menggeliat karena identik dengan statis. Tapi Borobudur Marathon telah menumbuhkan perekonomian warga. Terus tumbuh, dan tumbuh terus. Perputaran uang yang dibelanjakan juga naik secara signifikan di Borobudur Marathon,” kata Sinoeng.

Borobudur Marathon sangat layak didukung karena menciptakan dampak ikutan dari berbagai sisi. “Ada faktor pembeda dengan tahun-tahun sebelumya, mulai dari sisi kepesertaan, pelaksanaan ataupun lainnya. Pemprov Jateng mendukung penuh event Borobudur Marathon ini,” imbuhnya.

Direktur Lomba Lari Borobudur Marathon, Andreas Kansil menyebutkan bahwa ada 25 water station di beberapa lintasan race. Segala persiapan tersebut, menurut Andreas, untuk keamanan dan keselamatan para pelari.

“Sejak tahun 2017 sudah bekerjasama dengan baik antara Dinas Perhubungan (Dishub), kepolisian dll. Untuk menghindari kejadian seperti tahun sebelumnya, ada pelari yang meninggal, maka tahun ini menunjuk medical direction untuk khusus mengenai kesehatan pelari,” tandasnya.

Andreas dalam kesempatan ini juga mengingatkan bahwa ada hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap peserta agar tidak terkena diskualifikasi oleh panitia, yakni Cut off Point (COP) dan Cut off Time (COT).

COP, kata Andreas, merupakan batas waktu akhir yang harus diraih sampai titik tertentu oleh setiap peserta sesuai kategorinya. Sementara itu, COT adalah batas waktu akhir peserta wajib menyelesaikan larinya mencapai garis finish.

Sebelumnya, setiap kategori memiliki jam start yang berbeda. Marathon pada pukul 05.00, 30 menit berikutnya untuk nomor half marathon dan 06.00 untuk kategori 10 K. Pada kategori Marathon (42 KM) misalnya, ada dua titik COP, meliputi KM 21,1 (COP 1) dan KM 35 (COP 2).

“Peserta lari tidak boleh sampai di titik KM 21,1 lebih dari empat jam setelah start atau pukul 09.00. Setelah itu, batas waktu COP 2 pada pukul 11.00 atau enam jam setelah bendera start diangkat,” katanya.

Baca juga:  Layanan PDAM Kendal Semakin Prima

Andreas menjabarkan, adapun COT pada nomor marathon ini satu jam setelah COP 2 atau pukul 12.00. Sedang untuk half marathon, menurutnya, hanya ada satu COP yakni pada KM 15 dengan catatan waktu tiga jam setelah start atau 08.30. Sementara itu, lanjutnya, COT jatuh pada pukul 09.30 atau empat jam setelah start.

“Pada kategori 10 K tidak ada COP, tetapi batas akhir atau COT jatuh pada pukul 08.00 atau dua jam setelah memulai berlari. Kenapa ada Cut off Point? Intinya untuk memastikan bahwa kita bisa mengembalikan fungsi jalanan itu tepat waktu dan itu komitmen kami kepada provinsi, kepolisian dan warga,” ungkapnya.

Andreas menegaskan, COP juga berguna untuk keselamatan peserta karena cuaca semakin siang semakin panas. Pihaknya, menurut Andreas, tidak memberikan toleransi sedetik pun bagi peserta yang melewati COP dan COT. “Semua peserta yang kena COP dan COT dinyatakan tidak menyelesaikan lomba dan tidak berhak mendapatkan medali maupun kaus finisher,” tegasnya.

Budiman Tanuredjo dari penyelenggara, meminta peserta untuk mengukur diri sebelum lomba. Best personal atau catatan waktu pribadi itu penting, tapi keselamatan jiwa lebih penting.

Sementara itu, Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An juga mengakui, tanpa kolaborasi bersama semua elemen, Borobudur Marathon tidak bisa berkembang. Ke depan, dia ingin mendapat dukungan agar lebih baik lagi. “Kami berterima kasih kepada Pemprov Jateng, penyelenggara, Bank Jateng, sponsor, media, masyarakat, keamanan, dinas kesehatan, peserta yang turut bekerja membesarkan Borobudur Marathon,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Chien An bermimpi entah kapan, Borobudur Marathon setara dengan Tokyo atau London Marathon yang hanya menggelar satu nomor saja yaitu maraton. “Butuh persiapan yang matang, mungkin satu dua tahun ini belum. Tapi angan-angan saja, hanya satu nomor marathon,” ujar pria yang akrab dipanggil King Kong tersebut. (had/bis/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya