Beranda Advertorial Batik Karnival, Magnet Wisata Baru

Batik Karnival, Magnet Wisata Baru

0
Batik Karnival, Magnet Wisata Baru
KREATIF - Berbagai kreasi kostum batik ditampilkan dalam Pekalongan Batik Karnival dalam rangkaian Pekan Batik Pekalongan 2019, Minggu (6/10).(Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Masih dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional, Pemkot Pekalongan menggelar Karnival Batik Pekalongan 2019. Event ini, diharapkan ke depan bisa menjadi magnet wisata baru, sebagai jujugan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami berharap melalui Karnival Batik ini akan bisa menjadi magnet untuk meningkatkan dan mendongkrak kunjungan wisatawan tidak hanya lokal namun juga wisatawan luar,” ungkap Wali Kota Pekalongan H Saelany Machfudz  Minggu (6/10).

Lebih lanjut jelas wali kota, batik adalah sebuah produk seni telah diakui oleh masyarakat internasional yang memiliki keindahan dan kemewahan sehingga batik menjadi kebanggaan Kota Pekalongan pada khususnya dan Indonesia umumnya.

Makanya, tiap tahun setiap 2 Oktober dirayakan Kota Pekalongan, sejak batik mendapat pengakuan internasional dari UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia. Sehingga Pemerintah Republik Indonesia menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Batik Nasional.

“Karena batik pula, Kota Pekalongan meraih predikat sebagai Kota Kreatif Dunia pada tahun 2014 lalu, sehingga Kota Pekalongan tercinta kita ini, memperoleh gelar The World City of Batik atau Kota Batik Dunia,” ucap Saelany bangga.

Yang membanggakan, pada tahun-tahun lalu batik dianggap hanya sebagai pakaian resmi, namun sekarang anggapan itu sudah mulai hilang. Batik tidak saja sebagai pakaian resmi, seragam maupun pakaian santai namun batik juga bisa juga dipakai sebagai material dalam kostum karnival.

Seperti tahun, ini peringatan Hari Batik bertemakan Batik Sesonderan atau Gemerlap Sekar Jagad dengan sub tema Flora Fauna Laut. Yang ditampilkan secara utuh dan menarik yang akan memberikan eforia tersendiri bagi para pecinta karnival.

“Melalui Pekalongan Batik Carnival ini, kita akan menyaksikan berbagai macam model batik dari zaman ke zaman dengan segala bentuk dan ragamnya sesuai kreasi dan dinamisasi para desainer dan para pencinta seni batik,” papar wali kota panjang lebar.

Ditambahkan Kepala Dinas Pariwista Pemuda dan Olahraga Kota Pekalongan Sutarno, tujuan Karnival Batik kali ini, untuk mem-viral-kan batik di kalangan milenial. Agar batik semakin diminati semua kalangan.

“Pada even kali ini melibatkan, total 97 peserta. Mulai dari Sekolah Dasar ada 19 peserta, tingkat SMP 16 peserta, tingkat SMA 11 peserta, dari organisasi perangkat daerah 30 peserta, dan dari peserta umuk 17,”tandasnya.

Ditambah lagi ada beberapa kesenian daerah asal Kota Pekalongan, mulai dari reog, musik angklung, grup barongsai dan sejumlah kesenian lain. (han/adv/lis)