Batik Pekalongan Makin Fashionable

163
WARISAN BUDAYA : Pembukaan Pekan Batik 2019 Kota Pekalongan berlangsung cukup meriah, dibuka langsung Wali Kota Pekalongan H Saelany Machfudz, Jumat (4/10) malam.(Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
WARISAN BUDAYA : Pembukaan Pekan Batik 2019 Kota Pekalongan berlangsung cukup meriah, dibuka langsung Wali Kota Pekalongan H Saelany Machfudz, Jumat (4/10) malam.(Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – Pekan Batik 2019 Kota Pekalongan resmi dibuka Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz SE, Jumat (4/10) malam. Pekan Batik rutin digelar setiap tahun dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional (HBN). Seluruh rangkaian acara digelar sampai dengan 8 Oktober 2019. Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Victoria Boru Simanungkalit memuji batik Pekalongan kini semakin fashionable.

Acara di kompleks Jatayu Kota Pekalongan ini dibuka dengan menyolet kain ini. Hadir dalam kesempatan ini Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah Peni Rahayu mewakili Gubernur Jawa Tengah, Sekjen Kemenkumham Republik Indonesia Bambang Rantam Sariwanto, Direktur Penegakan Hukum Kemenaker RI Brigjen Iswandi, Sekretaris Direktorat Jenderal Asia Pasific dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Rossy Verona, Sekretaris II Kedutaan Pakistan Jamal Nasir, Duta Besar Fiji Isaac Grace, Komisioner Perdagangan Kedutaan Besar Malaysia Har Man Ahmad, Konselor Perdagangan Kedutaan Kamboja Nuon Phanith, pelaku usaha dari Malaysia Tina Soon, Warwick Pursure dari Mexico, Wakil Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid SE dan jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda Kota Pekalongan, serta Bupati dan Wali Kota atau perwakilan daerah lainnya yang hadir.

Usai membuka, Wali Kota dan tamu undangan berkeliling melihat stand pameran. Victoria Boru Simanungkalit sangat mengapresiasi upaya Pemkot Pekalongan dalam mendorong pengembangan batik. Ia melihat UKM-UKM di Pekalongan menunjukkan kreativitas yang baik terutama generasi kedua atau anak-anak milenial. Mereka membuat lukisan dan dibatik.

“Ini menunjukkan bahwa batik sekarang tak hanya digunakan untuk ibu-ibu, sekarang semakin fashionable, untuk semua kalangan,” ungkap Victoria.

Menurut Victoria, Kota Pekalongan yang merupakan Kota Batik, perannya cukup besar dalam pemasaran batik secara nasional. Tentunya ada kenaikan penjualan, akan tetapi tantangan lain seperti impor bahan baku juga masih ada. “Ke depan harus terus mendorong para mahasiswa maupun peneliti untuk menciptakan inovasi baru pengganti bahan baku impor,” harap Victoria.

Saelany mengungkapkan, Pekan Batik 2019 ini mengusung tema Gemerlap Batik Menyulam Tradisi Pesonanya Menjadi Tahta Ekonomi Bangsa. Harapannya, eksistensi batik sebagai produk budaya sekaligus komoditas ekonomi harus mampu menembus ruang dan waktu. Untuk itu setiap generasi penerus diharapkan mampu memahami tentang keberadaan motif khas batik Pekalongan dari masa ke masa. “Pekan batik ini untuk mempromosikan batik ke mancanegara dan meningkatkan pemasaran batik secara global, meningkatkan jaringan pasar dan mendatangkan buyer dari dalam dan luar negeri,” terang Saelany.

Saelany juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan ingin menjadikan pekan batik sebagai salah satu destinasi tujuan wisata tahunan di Indonesia, meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan luar negeri. Di samping itu, turut memperkenalkan kuliner di Kota Pekalongan.

Saelany juga mengajak masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya bahkan di luar Jawa untuk hadir dalam Pekan Batik 2019 dan pulang dengan membawa oleh-oleh batik khas Pekalongan. Momen Pekan Batik, diharapkan bisa menjadi pengungkit ekonomi masyarakat sehingga dapat meningkatkan daya saing dalam ekonomi di Kota Pekalongan, serta mampu menumbuhkembangkan laju perekonomian khususnya di Kota Pekalongan.

“Saya berharap ada dampak langsung pada sektor riil dan mendapatkan multiplier efek secara nasional bagi pengembangan batik nusantara secara umum,” tandas Saelany. (han/adv/ton)