Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sudah Dapat KHI, Batik Semarangan Bakal Dipakai untuk Seragam Kegiatan

Agus AP • Selasa, 2 Mei 2023 | 16:38 WIB
Pegawai PDAM Tirta Moedal memperlihatkan Batik Semarangan yang akan dilaunching di momen Hari Jadi ke-476 Kota Semarang. (Istimewa)
Pegawai PDAM Tirta Moedal memperlihatkan Batik Semarangan yang akan dilaunching di momen Hari Jadi ke-476 Kota Semarang. (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bakal meluncurkan Batik Semarangan pada peringatan Hari Jadi ke-476 Kota Semarang. Batik ini nantinya akan dipakai sebagai seragam resmi kegiatan di Kota Semarang.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Yudi Indardo menyatakan, tidak hanya Aparatur Sipil Negara (ASN) saja, melainkan juga pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

"Di setiap kegiatan sepakat memakai Batik Semarangan. Tidak hanya PNS, semua pakai seragam resmi untuk kegiatan. Karena mesti ada ciri khas yang dipakai," ujarnya pada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menjelaskan, begitu desain atau motif batik Semarangan sudah tercipta melalui proses lomba, pihaknya langsung mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Produk itu atas nama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. Dengan melekatnya badan hukum itu maka desain tidak bisa ditiru atau plagiat. "Sudah ada HKI, ini ada beberapa perubahan desain karena ada penyempurnaan, kami akan lakukan pembaruan ke Kemenkumham," jelasnya.

Ia menjabarkan, desain batik Semarangan itu memang didapatkan melalui proses lomba. Desainer-desainer batik mengikuti kontes dan terpilihlah satu motif favorit karya Joko Sunarto. Berdasarkan hasil diskusi, lanjut Yudi, corak dari desain itu sudah cocok menggambarkan Kota Semarang. Dengan penyempurnaan, kini ditetapkan menjadi Batik Semarangan yang akan diluncurkan di momen Hari Jadi Kota Semarang.

Diungkapkan Yudi, motif batik dengan backdrop warna kuning itu dinamis. Tertuang beragam warna yang cerah seperti kuning, hijau, merah, biru, putih. Di situ, tentunya terdapat ikon Kota Semarang yang telah disepakati. Yakni Tugu Muda, Lawang Sewu, dan Warak Ngendok, ikon-ikon itu dipasang di bagian bawah. Sementara untuk bagian atas atau badan, tampak burung Blekok yang merupakan burung pesisir sebagaimana geografis Kota Semarang. Ada pula motif asem yang juga merupakan asal muasal nama Semarang.

"Filosofi di corak batik yang penting menampilkan keberagaman di Kota Semarang dari sisi adat, budaya, dan kehidupan saat ini. Bu wali pesan harus ada ikon Kota Semarang yang ditampilkan," tuturnya.

Nantinya, kata Yudi, untuk pembuatan batik dalam bentuk jumlah besar akan menggandeng Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Semarang. Dengan demikian, para pelaku UMKM di Kota Semarang juga akan menikmati hasil dari Batik Semarangan ini. (ifa/ton) Editor : Agus AP
#Hari Jadi ke-476 kota Semarang #hut kota semarang