Mereka membawa berkat yang berisi nasi, lauk, dan jajan pasar. Lantas duduk berhadap-hadapan mendengarkan tausiyah dan berdoa dengan khusyuk.
Mereka merupakan warga Kampung Kalipancur dari tiga RW dari dua kelurahan di Kecamatan Ngaliyan, yakni RW 04 Kalipancur, RW 03 dan RW 05 Kelurahan Bambankerep.
Dalam kesempatan tersebut, ada sambutan dari Pendeta Sahat Situmorang yang mengajak umat Kristiani Kampung Kalipancur ikut mengaminkan doa dari Kiai Ahmad Faruq.
"Ini untuk nguri-nguri tradisi makam Kampung Kalipancur sebelum puasa," kata Tokoh Masyarakat Kampung Kalipancur Sri Sudarsono didampingi Ketua RW 04 Kalipancur Zaini.
Sudarsono yang juga Ketua RW 03 Bambankerep ini menambahkan, warga yang hadir saat nyadran memang membawa berkat sebagai tanda syukur kepada Tuhan atas nikmat yang telah diberikan. "Tanda syukur, didoakan bareng, dimakan bareng," imbuhnya.
Lurah Bambankerep Agung Susilo mengungkapkan, tujuan nyadran untuk menjalin kerukunan antarumat beragama dan sebagai ajang silaturrahmi.
"Semua warga hadir baik itu muslim maupun non muslim," ujarnya didampingi Babinsa Bambankerep Serma Heri Kismanto dan Bhabinkantibmas Bambankerep Aipda Khamdani.
Pihaknya berharap, kegiatan nyadran dapat dilestarikan. Banyak potensi di Kampung Kalipancur, seperti petilasan Sunan Kalijaga yang berada di Sendang Kalipancur, bersih desa, apitan dengan wayangan, dan kirab budaya yang dilakukan saat HUT Kemerdekaan RI. (fgr/ida) Editor : Agus AP