Salah satu warga, Siti Solekah, menceritakan, angin kencang datang sekitar pukul 13.30. Saat kejadian, dirinya sedang tidur. Sedangkan anaknya yang masih balita main di dekatnya.
"Angin kencang langsung menerbangkan atap yang terbuat dari asbes. Saya lari lewat pintu belakang. Anak saya terus menangis,” ceritanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (18/1).
Setelah angin kencang berlalu, hujan deras mengguyur. “Semua jadi basah. Karena atapnya sudah kabur semua," ujar Siti yang sudah menempati rumah tersebut selama 12 tahun.
Diakui, sebelumnya rumah yang ditempati juga terdampak banjir. Sehingga bencana angin puting beliung ini semakin menambah deritanya.
Meski begitu, Siti bersyukur kejadian tersebut tidak sampai menelan korban. "Saat kejadian, suami saya kerja di laut, belum pulang," katanya.
Ketua RW 1 Bandarharjo Ali Mahmudi mengungkapkan, akibat angina kencang yang menimpa wilayahnya, setidaknya ada sembilan rumah yang atapnya porak-poranda.
"Setelah kami cek, ada sembilan rumah yang porak-poranda," kata pria yang akrab disapa Comed ini.
Disebutkan, kesembilan rumah yang mengalami kerusakan tersebut, masing-masing milik Hj Saadah, H Surui (dua rumah), Agus, Abdul Kholik, Ida, Nasiman, Tini, dan Sunar.
"Alhamdulillah, Pemkot Semarang melalui Disperkim, BPBD, kelurahan dan kecamatan sudah memberikan bantuan asbes, selimut, kasur, dan sembako," ujarnya.
Rabu pagi kemarin, warga tampak bergotong royong membenahi atap rumah yang porak-poranda.
"Tadi malam ada yang tidur mengungsi di musala dan rumah tetangganya," katanya.
Lurah Bandarharjo Emi Setiana Estu Handayani mengatakan, sebelumnya angin puting beliung juga melanda wilayah RT 3 RW 1. Lokasi kampung ini di wilayah pesisir utara sehingga anginnya sangat besar.
"Dua tahun lalu, di wilayah RT 3 RW 1 ada tujuh rumah yang rusak, bahkan temboknya sampai ada yang roboh,” ujarnya.
Karena itu, Emi mengimbau agar warganya berjaga diri dan selalu waspada jika terjadi angin kencang.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Warga langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri," katanya. (fgr/aro) Editor : Agus AP