Pihak hotel pun diperbolehkan menaikkan harga kamar. Namun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sepakat kenaikan tidak lebih dari 20 persen.
Wakil Ketua PHRI Jateng, Benk Mintosih menyebutkan, okupansi tahun ini jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu yang ada di angka 80 persen.
"Sangat jauh, okupansi hotel di Kota Semarang saat Nataru tahun ini hampir mencapai 100 persen," katanya Selasa (27/12).
Menurutnya, capaian okupansi kamar hotel itu terjadi jelang perayaan Natal. Namun dia memperkirakan okupansi kembali naik jelang libur tahun baru. Prediksinya kenaikan akan dimulai Rabu (28/12) hari ini.
"Mulai besok (hari ini,red) akan naik lagi. Apalagi booking hotel sudah banyak dilakukan untuk merayakan pergantian tahun di Kota Semarang," tambahnya.
Tingginya permintaan kamar, lanjut dia, dimanfaatkan pihak hotel untuk menaikkan harga kamar. PHRI Jateng, kata dia, sepakat hotel boleh menaikkan harga kamar tapi tidak lebih dari 20 persen dibandingkan hari biasa.
"Kita sepakat tidak lebih 20 persen naiknya, pihak hotel biasanya menjual paket dinner dan pesta kembang api," tuturnya. (den/zal) Editor : Agus AP