Dirut PDAM Tirta Moedal E Yudi Indardo mengatakan, air minum kemasan yang dibuat sudah mengantongi izin dari Balai POM, sehingga bisa dijual secara masal. Untuk tempat produksi dilakukan di Gunungpati yang dekat dengan mata air.
"Kami sudah mengantongi izin BPOM, jadi bisa dijual ke umum. Proses produksinya menggunakan ozonisasi, sehingga memiliki butir ion yang bermanfaat bagi tubuh," katanya usai launching air minum kemasan di Kantor PDAM Tirta Moedal, Rabu (12/10).
Yudi menerangkan, produk air minum kemasan ini memiliki kemasan galon 12 liter, kemasan botol, dan lainnya. Menurutnya, harga jual yang ditawarkan jauh di bawah air minum kemasan pada umumnya. "Harga kami lebih murah, tapi kualitasnya sama. Kapasitas produksi, 150 galon per jam dan untuk botol 1.500 botol per jam," jelasnya.
Disinggung target pasar, Yudi menjelaskan jika semua kalangan masyarakat menjadi sasaran pasar. Namun Yudi meminta dukungan Pemkot Semarang, untuk menggunakan produk dari PDAM Tirta Moedal. "Harapan kami bisa masuk ke minimarket. Mulai hari ini kami pasarkan ke umum," tambahnya.
Yudi menjelaskan, pihaknya menargetkan 10 ribu pelanggan baru dalam setahun dengan beroperasinya SPAM Semarang Barat. Menurutnya kapasitas produksi di SPAM Semarang Barat produksi air SPAM Semarang Barat sebesar 1000 liter perdetik, baru digunakan 400- an liter per detik, dengan kemampuan menambah sebanyak 80 ribu sambungan baru.
"SPAM Semarang Barat baru kita konsumsi 400 an liter per detik dari kapasitas produksi air 1.000 liter per detik. Dengan beroperasinya SPAM Semarang Barat tentunya mampu menambah jaringan jangkauan melayani pelanggan dan kualitas air ke masyarakat,"katanya.
Pihaknya menargetkan dalam satu tahun mampu menambah 10 ribu sambungan baru. Inovasi yang dilakukan adalah dengan program diskon atau potongan sebesar Rp 400 ribu, setiap sambungan baru dari biaya sambung sebesar Rp 1,6 juta.
"Sehingga tinggal jadi Rp 1,2 juta. Program ini masih akan terus dilakukan guna mengejar target sambung baru. Kami perlu mensosialisasikan program ini lebih masif agar masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik kesempatan program diskon ini,"terangnya.
Yudi menjelaskan, dalam perayaan ulang tahun yang ke-111 ini PDAM akan menjadi lebih baik melayani masyarakat. Apalagi dua tahun ini tidak ada lagi di 10 besar terkait aduan keluhan dari masyarakat, dan lima besar juga komplennya sudah berkurang.
"Kita harus bisa mempertahankan itu. Sehingga nantinya, perubahan ini dapat sampai ke masyarakat dari mulut ke mulut kalau kita sudah berubah. Semoga kedepan lebih baik lagi,"imbuhnya.
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu berharap dengan diversifikasi produk yang dilakukan, bisa membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan air minum sehat. Selain itu juga bisa membuka lapangan kerja, dan income bagi pemkot.
"Dengan adanya produk ini, bisa membuka lapangan kerja. Lalu bisa menambah income juga yang devidennya bisa masuk ke Pemkot dan dikembalikan untuk mensejahterakan masyarakatnya," tambahnya.
Mbak Ita begitu ia disapa meminta agar PDAM bisa mempertahankan pelayanan, apalagi komplain dari masyarakat sudah berkurang. Namun juga tidak hanya fokus mengejar profit perusahaan semata.
"Semoga target PAD tahun ini sebesar Rp 50 Miliar dari PDAM ke pemkot bisa tercapai. Dan sampai Agustus sudah mencapai Rp 30 miliar. Diharapkan sampai akhir tahun tercapai target ini," pungkasnya. (den/ida) Editor : Agus AP