Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang, korban sempat tinggal bersama orang tuanya di asrama Kodam IV/Diponegoro. Asrama tersebut tempat tinggal kakeknya, yang kini telah pensiun sebagai anggota TNI, dan sudah almarhum.
"Disini di rumah neneknya. Kalau kakeknya kan TNI, sudah meninggal. Nama panggilannya Pak Bambang. Yang masih mbah Putri, neneknya. Sudah tua, kurang lebih 75 - 80 tahun," ungkap salah satu perempuan yang enggan disebutkan namanya, bertempat tinggal satu pemukiman rumah nenek korban, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Senin (10/10/2022).
Perempuan ini juga mengaku, mendengar kabar memilukan ini. Bahkan, juga sempat berkomunikasi dengan orang tua korban. Informasi sejauh ini, pihak keluarga korban masih menunggu jenasah yang saat ini masih berada di Amerika, tempat tinggal korban bersama suaminya, bernama Robert Brasil Jr.
"Keluarga masih menunggu sertifikat jenasah untuk dibawa ke Indonesia.Kalau permintaan keluarga dimakamkan di Semarang. Kalau disana, biaya keluarga kesana (Texas) gimana," katanya.
"Ini saja, kondisi keluarga masih syok, belum tahu kondisi anaknya seperti apa kan belum tahu. Sudah seminggu an, ini masih menunggu. Jenazah belum sampai sini, masih diurus," sambungnya.
Diketahui, orang tua kandung korban diketahui bernama Ade Sutisna, kelahiran tahun 1969. Sedangkan ibunya bernama Nani Muldiyani, kelahiran 1972. Korban merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.
"Dia tiga bersaudara, anak pertama. Anak nomer dua dan nomer tiga cowok. Kalau sekarang kan sudah pindah di Pudakpayung, Banyumanik," jelasnya.
Sumber ini juga mengaku, korban semasa kecil sekolah di SD di sekitaran asrama Kodam. Sebelum tinggal di luar negeri juga pernah kerja di sebuah perhotelan ternama di wilayah Kecamatan Candisari.
"Kalau masa sekolahnya SMP sama SMA saya kurang paham. Apa mungkin melanjutkan sekolah di luar negeri atau bagaimana saya kurang tahu. Katanya pernah di Jerman. Ketika suaminya mutasi, ikut pulang ke Amerika. Kerjanya apa saya kurang tahu," imbuhnya.
Terpisah, salah satu kerabat korban di Kota Semarang Maria Fransisca menyampaikan juga telah mendapatkan informasi tentang kematian Novita. Pihaknya juga membenarkan korban merupakan warga Kota Semarang.
"Kota Semarang betul. Keluarga masih sangat terpukul sekali, bapak ibunya nangis-nangis. Jadi memang mereka belum kuat," katanya.
Menurutnya, pihak keluarga sendiri mengaku belum mengetahui kapan jenazah Novita akan dipulangkan ke tanah air. Sekarang ini juga masih terus berkoordinasi dengan otoritas terkait.
"Jenazah juga belum tahu datangnya kapan. Kalau untuk persiapan kita sudah dibantu oleh PWNI, konsular disana juga dibantu. Kita juga dibantu oleh pihak KBRI di sana. Kami sudah kontak setiap hari," bebernya,
"Untuk sekarang kan negara masih mengusahakan surat di sana, agar segera selesai. Tapi kan kita juga harus menghormati proses di sana. Jadi kita hanya bisa berdoa, hanya bisa menunggu. Mohon doa agar surat suratnya segera selesai," imbuhnya. (mha/bas) Editor : Agus AP