Berdasarkan data, ada 500 pedagang dan karyawan yang ikut pindah dan tergabung dalam Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Sub Rayon Grosir Buah Kota Semarang. Sementara untuk jumlah lapak yang ditempati ada sekitar 160 lapak.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Nurkholis mengatakan, masa sewa tanah dengan pihak MAJT seharusnya selesai. Namun pihak Yayasan MAJT memberikan kelonggaran agar semua pedagang mendapatkan kios baru, termasuk pedagang grosir buah yang tidak bisa menempati Pasar Johar Baru.
“Karena di Pasar Johar Baru tidak mungkin, barang mereka banyak karena grosir buah. Di Johar lapaknya terlalu kecil, lalu kami berikan opsi untuk pindah di Rejomulyo atau Pasar Klitikan Penggaron. Maka disepakati di Penggaron,” katanya kemarin.
Meski belum memadahi, lanjut Nurkholis, nantinya akan ada perbaikan misalnya pengerasan jalan untuk bongkar muat barang dan dagangan para pedagang buah. Sementara sarana dan prasarana lainnya akan menyusul.
“Nanti akan dilakukan pengerasan jalan untuk bongkar muat. Tahun depan kami anggarkan lagi untuk menambah fasilitas lainnya,” tuturnya.
Ketua PPJP Subrayon Grosir Buah Semarang Nur Kholis berterimakasih karena pemindahan sudah difasilitasi dan dibantu oleh OPD di Pemkot Semarang. Namun dirinya meminta agar Pemkot Semarang bisa menambah fasilitas air bersih yang dinilai masih kurang memadahi. “Kami ingin ada penambahan air bersih dan fasilitas lainnya. Memang wajar ada kurangnya karena memang disini masih baru,” ujarnya. (den/ida) Editor : Agus AP