Pembangunan jalur alternatif menuju Undip itu memakan anggaran Rp 27 miliar. Proyek itu diharapkan bisa memecah kepadatan arus lalin menuju kampus Undip. Utamanya mulai tdari Patung Diponegoro-Tembalang-Jangli hingga Dr Wahidin.
“Kita cek jalur Undip ke Jangli progresnya sudah sesuai target yaitu berjalan 20 persen. Perkiraan nanti Desember selesai. Untuk anggarannya sendiri sebesar Rp 27 Miliar,” terang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau progres pembangunan, belum lama ini.
Selain memantau progres jalur alternatif Jangli-Undip, Hendi-sapaan akrab wali kota-juga meninjau pelebaran Jalan Sriwijaya. Progresnya cukup signifikan. Ditarget rampung Oktober mendatang.
“Pembangunan Jalan Sriwijaya ini menggunakan sistem swakelola, kemungkinan menghabiskan anggaran Rp 5 miliar dengan perkiraan bulan Oktober jadi. Mudah-mudahan lalu lintasnya jadi lebih baik dan lebih lancar,” kata Hendi.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suriyaty, menjelaskan, pihaknya sejak awal telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder, termasuk pihak TMP Giri Tunggal untuk mengantisipasi kendala di tengah pembangunan.
“Untuk yang di depan Taman Makam Pahlawan lancar, cuma kita harus koordinasi dengan PLN karena ada satu tiang yang perlu dipindah. Kalau untuk sarpras dan utilitas umum kami sudah berkoordinasi dengan Disperkim. Pohon-pohon semua sudah ditangani tinggal, kabel-kabel saja,” terangnya. (den/zal) Editor : Agus AP