Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Dua Hari, 20 Tempat Karaoke Dibersihkan

Agus AP • Selasa, 13 September 2022 | 16:42 WIB
Salah satu peserta dengan kostum batik mewah dalam Jagad Pekalongan Batik Carnival Tahun 2022. (Istimewa)
Salah satu peserta dengan kostum batik mewah dalam Jagad Pekalongan Batik Carnival Tahun 2022. (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 20 tempat karaoke yang di Pasar Klitikan Penggaron Semarang dibongkar petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Senin (12/9). Targetnya dua hari ini, pembongkaran selesai dilakukan.

Pembongkaran ini dilakukan tanpa perlawanan. Pemilik usaha karaoke sudah merelakan pindah ke lantai dua. Rencananya, lantai satu akan ditempati pedagang buah eks relokasi Pasar Johar Semarang di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

“Kami berterimakasih kepada paguyuban karaoke yang bisa legowo dan mau pindah. Totalnya ada 20 tempat yang kita bongkar,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (12/9).

Dikatakan, tempat karaoke di Pasar Klitikan tersebut berasal dari paguyuban karaoke di bantaran Banjir Kanal Timur (BKT). Tempat karaoke ini sendiri sudah ada di Pasar Klitikan sejak 2017 saat proyek BKT dilaksanakan. Paguyuban karaoke ini yang meramaikan lokasi Pasar Klitikan yang sempat kosong lantaran pedagang Barito enggan masuk.

“Saat kami melakukan pembongkaran di Jalan Unta, kami kumpulkan 16 pengelola karaoke di BKT. Kami beri solusi di Pasar Klitikan agar bisa menyambung hidup. Mereka membantu relokasi di sepanjang wilayah Kelurahan Pandan Lamper dan Sambirejo, sehingga BKT bisa bersih dari PKL,” tuturnya.

Karena dibutuhkan, akhirnya melalui Dinas Perdagangan merapatkan agar Satpol PP mengawal pembongkaran. Pemilik karaoke pun berinisiatif melakukan pembongkaran sendiri, dan pindah ke lantai dua Pasar Klitikan. “Satpol membantu pembongkaran. Kami bersikap humanis agar pedagang nyaman dengan koordinator paguyuban karaoke dan keamanan juga nyaman," ujarnya.

Pihaknya menargetkan, pembongkaran eks tempat karaoke di lantai 1 Pasar Klitikan bisa selesai dalam waktu dua hari. "Maksimal dua hari, secepatnya Kamis pedagang buah bisa menempati.  Saya pastikan Senin di sini sudah ada aktivitas, dan tidak ada lagi aktivitas di MAJT,”tegasnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Buah Grosir Pasar Johar Nurkholis menyebut ada hampir 200 pedagang grosir buah di eks relokasi Pasar Johar MAJT yang akan pindah ke Pasar Klitikan Penggaron.  Rencananya,  paguyuban dan anggota pedagang grosir buah siap menempati Pasar Klitikan Penggaron pada 15 September. Bahkan barang-barang ataupun aset yang ada di eks relokasi MAJT sudah siap dipindah.

"Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Wali Kota dan dinas-dinas, termasuk Satpol PP yang telah membantu proses pemindahan mulai relokasi Pasar Johar MAJT hingga ke Pasar Klitikan. Terbukti, hari ini ada pembongkaran tempat karaoke untuk selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk pedagang buah grosir," ujarnya.

Koordinator Paguyuban Karaoke Leodinur mengaku telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan Pemerintah Kota Semarang sebelum proses pembongkaran. Ia mengaku menyambut baik rencana pemkot memindahkan pedagang grosir buah ke Pasar Klitikan. "Saat mendengar rencana ini. Kami langsung welcome. Karena kami merasa bukan digusur, tapi dialihkan,"ujar Leo.

Harapannya, dengan adanya pedagang grosir buah  yang berjumlah ratusan pedagang ini nantinya bisa menghidupkan dan meramaikan Pasar Klitikan Penggaron Semarang. “Kita berharap bisa meramaikan lagi pasar ini,” katanya. (den/aro) Editor : Agus AP
#tempat karaoke #SATPOL PP