Petugas Konservasi Musium Ronggowarsito, Nurodho mengatakan, pembersihan arca dilakukan setiap 1,5 tahun. Prosesnya juga tidak bisa sembarangan. Butuh kelembutan dalam menggosok. “Agar batu sejarah itu warnanya tetap sama. Kalau tidak diperlakukan secara halus ditakutkan warnanya akan pudar,” kata Nurodho sembari menunjukkan arca Ganesha yang masih berwarna hitam.
Menurutnya, jika tidak dicuci, warna hitam arca justru akan pudar. Pencucian menggunakan sabun yang sodanya rendah. Proses gosok juga menggunakan kuas. Setelah itu disemprot dengan air agar tidak meninggalkan residu sabun. Proses pengeringan arca menggunakan obat masonge. “Bahan-bahan untuk perawatan ini juga tidak bisa sembarangan,” katanya.
Semua arca mendapat perawatan yang sama. Hanya caranya yang berbeda. “Arca atau prasasti yang berada di dalam ruangan dan luar perlakuannya berbeda,” tambahnya. (hid/zal) Editor : Agus AP