Dari enam yang terkonfirmasi positif Covid-19, lima di antaranya diisolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang. Sedangkan seorang diisolasi di Rumah Sakit Muhammadiyah Roemani Semarang.
Camat Semarang Barat Heru Sukendar membenarkan ada enam perangkat Kelurahan Manyaran yang positif positif Covid-19. Mereka terdiri atas Lurah Manyaran, Seklur, Kasi Trantib dan Kasi Pemerintahan serta dua pegawai lainnya. Praktis, terjadi kekosongan perangkat kelurahan. Karena itu, pihaknya telah menunjuk Pelaksana Harian (PLH) Titin Mariana untuk membantu Kelurahan Manyaran dengan dibantu staf dari kecamatan.
“Agar pelayanan warga tidak tergganggu dan terputus, kami telah menunjuk Kasi Pelayanan Kecamatan Semarang Barat untuk sementara meng-handle di Kelurahan Manyaran,” katanya.
Heru mengaku, kejadian ini berawal dari Kasi Pemerintahan yang sakit, kemudian menular kepada rekan kerjanya. Akibatnya, pihak Kecamatan Semarang Barat memutuskan untuk menunjukkan empat staf kecamatan membantu pelaksana harian supaya pelayan kepada masyarakat bisa berjalan.
Ia mengaku, saat libur panjang Rabu (28/10/2020) sampai Minggu (1/11/2020), mendengar kabar kalau ada Kasi Pemerintahan sakit. Sehingga Minggunya ternyata staf dan lurahnya ikut positif Covid-19. Sehingga langsung dilakukan penyemprotan disinfektan dan hari ini (2/11/2020) juga dilakukan penyemprotan.
“Jadi, penyemprotan itu sudah dilakukan sejak Minggu sampai sekarang dengan menggunakan disinfektan dan dilakukan oleh relawan Hendi,” akunya.
PLH Titin Mariana mengatakan, walaupun lurah dan staf Kelurahan Manyaran terpapar Covid 19, tetapi pelayanan tetap berjalan seperti biasa, dan kegiatan itu kemudian dihandle oleh pihak Kecamatan Semarang Barat.
“Jadi, kecamatan itu sifatnya membantu di kelurahan, dengan harapan pelayanan di Kelurahan Manyaran tidak terganggu. Yang intinya kami melayani warga sesuai dengan prosedur dan SOP apa yang dibutuhkan warga supaya berjalan biasa sampai lurah Manyaran kembali sehat dan ditarik kembali ke kecamatan,” katanya.
Titin mengaku untuk pengurusan surat-surat di Kelurahan Manyaran lebih banyak warga mengurus pembuatan IUMK yang jumlahnya sampai ribuan. Kemudian pengurusa KTP. KK, perwalian, serta kependudukan serta pengurusan SKCK yang semuanya bisa dilayani di kelurahan yang dihandle kecamatan.
Salah seorang warga, Triani, mengaku akan mengurus KRA yang digunakan untuk perijizinan UMKM dan dirinya merasa khawatir. Karena lurah dan stafnya terpapar Covid-19. Untuk itu, dalam mengurus surat tersebut harus mengutamakan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun agar dapat memutus matarantai Covid 19.
“Awalnya khawatir, tetapi kami sudah mentaati protokol kesehatan, sehingga tidak perlu khawatir yang berlebihan dan ini sedang mengurus surat dan tidak ada masalah,” katanya.
Sementara itu, hasil random rapid test di tempat wisata saat lebih panjang kemarin, ditemukan enam wisatawan yang positif Covid - 19. Rapid test secara acak tersebut dilakukan oleh petugas dari Dinkes Jateng.
Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, rapid test secara acak dilakukan dalam kurun waktu 29 Oktober sampai 1 November di beberapa destinasi wisata. “Di objek wisata Candi Borobudur, Umbul Ponggok, dan Umbul Pelem Klaten kita temukan wisatawan positif Covid - 19,” ujar Yulianto, Senin (2/11/2020).
Lebih rinci ia menerangkan jika di di tempat wisata Candi Borobudur ditemukan empat wisatawan yang positif. Mereka wisatawan asal Medan, Tagerang, Semarang dan Trenggalek. Untuk yang ditemukan positif dari Umbul Ponggok dan Umbul Pelem dua-duanya merupakan wisatawan lokal dari Kabupaten Klaten.
“Mereka dinyatakan positif saat menjalani rapid test oleh petugas sebelum memasuki objek wisata,” tuturnya.
Pihaknya kini tengah mengebut untuk melakukan tracing kontak wisatawan yang kedapatan positif kasus Covid-19 tersebut. Adapun jumlah wisatawan yang di-rapid test secara acak sebanyak 2.645 orang. Data Dinkes Jateng menyebutkan, dari jumlah itu, sebanyak 119 orang dinyatakan reaktif, dan setelah di-swab PCR, ditemukan ada enam yang dinyatakan positif.
“Sekarang kami lakukan tracing tindakan-tindakan lainnya. Termasuk, koordinasi dengan daerah asal wisatawan,” terangnya. Dikatakannya, Dinkes Jateng melakukan test secara acak di 11 titik.
Selain objek wisata, random test juga dilakukan di gerbang tol Kalikangkung, sejumlah rest area, dermaga Karimunjawa, Jembatan Timbang Ajibarang dan tempat-tempat lainnya. “Dari hasil random test itu, ada empat yang dinyatakan positif,” tuturnya.
Terpisah, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng menyatakan dengan ditemukannya pengunjung positif Covid – 19 di tempat wisata Candi Borobudur tentu ke depannya jumlah kunjungan akan lebih diperketat.
“Sebelumnya pihak pengelola meminta untuk penambahan kapasitas pengunjung, dengan adanya kasus tersebut tentunya kita urungkan,” ujar Kepala Disporapar Jateng Sinoeng Rachmadi.
Tidak dikabulkannya penambahan kapasitas pengunjung tersebut sebagai bentuk upaya memotong rantai persebaran Covid – 19. Adapun saat ini total kapasitas jumlah pengunjung di Candi Borobudur yang diizinkan oleh Disporapar sebanyak 2.500 orang.
Sebelumnya pihak pengelola Candi Borobudur meminta penambahan kapasitas jumlah pengunjung lagi sampai 5.000 orang. Namun, permintaan itu sulit untuk direalisasikan dengan alasan masih terjadi fluktuasi pergerakan penularan Covid - 19.
Dikatakan Sunoeng, batasan maksimal dari yang diizinkan sesuai instruksi dari gubernur adalah 50 persen dari kapasitas sebelum masa pandemi. Sehingga kawasan Candi Borobudur sampai dengan saat ini masih diizinkan menerima kunjungan wisatawan maksimal 2.500 atau sekitar 30 persen dari total kapasitas biaya. (hid/ewb/aro/bas)
Editor : Agus AP