Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

CCTV Analytics Bisa Deteksi Kendaraan hingga Jukir Liar

Agus AP • Kamis, 2 Juli 2020 | 21:40 WIB
Genangan banjir di kawasan Simpang Lima Semarang surut dalam waktu tidak kurang dari dua jam. (Istimewa)
Genangan banjir di kawasan Simpang Lima Semarang surut dalam waktu tidak kurang dari dua jam. (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) berencana memasang CCTV analytics dalam waktu dua bulan ke depan. Dua kawasan yang akan dipasang CCTV tersebut yakni Simpang Lima serta Kota Lama.

Kepala Diskominfo Kota Semarang Bambang Pramusinto mengungkapkan bahwa CCTV analytics tersebut memiliki fungsi real time yakni menampilkan data-data berupa tren pengunjung, tren kendaraan, serta keberadaan jukir liar. Di samping itu, juga telah disediakan dashboard Semarang Satu data yang nantinya dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat.

Hal ini supaya ketika suatu pihak membuat perencanaan dan butuh data tidak perlu bertanya ke OPD tertentu. Namun bisa langsung melihat dashboard Semarang Satu Data. Di samping itu, saat ini Diskominfo juga sedang dalam proses pengadaan lisensi google. Sehingga masyarakat nantinya ketika ingin mengakses tidak  harus lewat dari dashboard tapi bisa langsung dari google. Sehingga perencanaan di Kota Semarang dari unsur pemerintah, unsur stakeholder, bahkan dari masyarakat bisa tetap dilakukan.

“Dengan adanya CCTV analytics tersebut, nantinya masyarakat dan stakeholder atau dinas-dinas lain bisa melihat bagaimana tren kunjungan wisata, bagaimana arus lalu lintas, serta tren parkir liar. Kami rasa ini sangat membantu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Rabu (1/7).

Selain itu Bambang juga mengatakan bahwa 2.000 CCTV yang ada di seluruh RT di Kota Semarang akan ditarik dan diganti menjadi model analytics. Pengembangannya nanti CCTV tersebut bisa ditambah dengan fitur face recognicion, atau deteksi sampah misalnya serta deteksi genangan air.

“Harapan kami grafiknya bisa dibuat seperti siaga korona. Supaya dapat dipahami oleh masyarakat. Jadi masyarakat bisa lihat apakah trennya naik, landai, atau bahkan turun,” imbuhnya.

Sementara itu, Bagas anggota Satlantas Polrestabes Semarang mengapresiasi inovasi yang akan dijalankan oleh Diskominfo tersebut. Pasalnya, dengan CCTV analytics tersebut pihak kepolisian akan sangat terbantu untuk pemantauan lalu lintas. Ia pun memberikan masukan untuk Diskominfo supaya CCTV analytics dapat dilengkapi dengan deteksi suara kebisingan kendaraan bermotor.

“Jika bisa dilengkapi fitur deteksi kebisingan kendaraan bermotor, kami dari kepolisian dapat dengan mudah menangkap oknum-oknum tersebut,” tandasnya. (nor/zal/bas) Editor : Agus AP
#Berita Semarang #CCTV