Sembilan Srikandi Kendeng Disambut Bak Pahlawan

387
MENANGIS HARU: Sembilan wanita warga Kendeng, Sukolilo, Pati disambut haru setibanya di Stasiun Tawang, Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENANGIS HARU: Sembilan wanita warga Kendeng, Sukolilo, Pati disambut haru setibanya di Stasiun Tawang, Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENANGIS HARU: Sembilan wanita warga Kendeng, Sukolilo, Pati disambut haru setibanya di Stasiun Tawang, Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENANGIS HARU: Sembilan wanita warga Kendeng, Sukolilo, Pati disambut haru setibanya di Stasiun Tawang, Semarang, kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sembilan wanita warga Pegunungan Kendeng, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, yang belum lama lalu menggelar aksi dramatis dengan mengecor kaki dengan semen di depan Istana Negara Jakarta, Kamis (14/4) sore kemarin, tiba di Stasiun Tawang Semarang. Mereka menumpang kereta api Argo Anggrek jurusan Jakarta Gambir-Pasar Turi Surabaya. Sembilan srikandi ini mendapatkan sambutan bak seorang pahlawan dari puluhan simpatisan Solidaritas Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (SMPPK).

Dengan memakai caping bertuliskan ”Tolak Semen”, mereka disambut dengan tangisan haru, karena telah berjuang untuk menyelamatkan Pegunungan Kendeng dari pembangunan pabrik semen. Isak tangis pecah ketika para srikandi ini keluar dari Stasiun Tawang. Mereka saling berpelukan sambil menangis haru. Para simpatisan SMPPK juga mengusung sejumlah spanduk berisi penolakan pendirian pabrik semen. Mereka dikawal ketat oleh aparat kepolisian.

Koordinator SMPPK, Dina Kaca Sungkana, mengatakan, jika para srikandi asal Kendeng ini berangkat dari Jakarta sekitar pukul 09.00 pagi kemarin. Dia salut dengan perjuangan sembilan wanita desa itu. Apalagi perjuangan mereka mendapatkan perhatian langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Mensesneg Pratikno. ”Hasil dari aksi di Jakarta kemarin, Pak Presiden mau mengeluarkan moratorium tentang tambang,” katanya.

Menurut dia, meski dalam pertemuan tersebut tidak langsung ditemui oleh Jokowi, sudah ada sinyal positif dari pemerintah pusat untuk mempertahankan sumber kehidupan petani yang ada di Kendeng. ”Sudah ada sinyal positif, rencananya aksi akan terus dilakukan sampai benar-benar ada keputusan pabrik semen tidak akan dibangun di Kendeng,” tegasnya.