Sibagus Kukuhkan Koordinator

289
SIAP MENANGKAN SIBAGUS: Calon Wakil Wali Kota Semarang Agus Sutyoso saat mengukuhkan koordinator kelurahan, RW dan RT pasangan Sibagus. (AJIE MAHENDRA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP MENANGKAN SIBAGUS: Calon Wakil Wali Kota Semarang Agus Sutyoso saat mengukuhkan koordinator kelurahan, RW dan RT pasangan Sibagus. (AJIE MAHENDRA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG -Pasangan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Semarang Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso (Sibagus) telah mengukuhkan massa hingga tingkat RT/RW, Rabu (26/8) malam kemarin di Sibagus Center Jalan Veteran nomor 65 Semarang. Para koordinator kelurahan (Korkel), koordinator RW (Korwe), dan koordinator RT (Korte) telah sepakat untuk saling menyingkronkan program-program Sibagus.

Dalam kesempatan itu, Agus menuturkan, setiap koordinator bisa saling komunikasi sesering mungkin. Seluruh elemen tim pemenangan Sibagus harus selalu berembug dan menyampaikan hasil program kerja di wilayahnya.

“Korkel, korwe, korte jangan sampai ada yang merasa terkotak-kotak. Bisa melebur menjadi satu untuk memenangkan Sibagus dalam Pilwalkot 2015. Menularkan semua program, pemahagan, dan konsep di lingkungan sekitar dengan cara yang bermartabat,” ujarnya.

Koordinator di seluruh tingkatan itu, lanjut Agus, diharapkan mampu mengemban tugas sosialisasi di lingkungan masing-masing. Sementara tim Korkel, bisa membentuk dan memilih satu orang koordinator RW dalam satu wilayah RW.

“Nantinya kami akan membagikan buku yang berisi delapan program Sibagus. Buku ini bisa dijadikan acuan atau bahkan bahan diskusi,” tegasnya.

Di hadapan para koordinator tersebut, Agus yang berlatar birokrat sedikit berorasi mengenai kecacatan sekitar 20 pejabat di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kedungpane yang terjerat kasus korupsi selama lima tahun belakangan. Akibatnya, pelaksanaan APBD tidak bisa tuntas. Sekitar Rp 1,1 triliun Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk pembangunan infrastuktur agar menjadi lebih baik.

Karena itu, dia berangan-angan, hal-hal yang berkaitan dengan Silpa, akan diminimalisasi karena Sibagus tidak nggolek balen dan seluruh pendapatan sebagai wali kota akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat. “Hal itu bukan tanpa alasan, karena Pak Sigit adalah pengusaha sukses dan merupakan salah satu pembayar pajak terbesar di Kota Semarang,” katanya. (amh/aro)