Penderita Kanker Otak Kian Muda

67

JawaPos.com – Glioblastoma ramai diperbincangkan sejak penyakit tersebut menyerang artis ibu kota Agung Hercules. Itu adalah sejenis kanker yang terbentuk dari sel berbentuk bintang di otak. Kanker tersebut berkembang dengan cepat. ’’Karena itu, perlu mengenali gejalanya,’’ ujar dr Bambang Widjanarko SpRad (K) Onk Rad.

Dokter spesialis onkologi radiasi Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan itu menyebut gejalanya, antara lain, sakit kepala, kejang, dan muntah. Sakit kepalanya pun tidak khas dan sangat bervariasi. Ada yang seperti migrain maupun vertigo. Ada pula yang hanya muncul pada pagi hari. ’’Yang pasti, perlu waspada bila sakit kepala terus-menerus, sulit disembuhkan, dan makin progresif,’’ lanjutnya kemarin (12/7).

Di Adi Husada Cancer Center, jumlah penyintas kanker otak mengalami kenaikan. Pada 2018, persentase jumlah pasien mencapai angka 5,1 persen. Untuk tahun ini, jumlahnya meningkat 1,2 persen menjadi 6,3 persen. Padahal, jumlah itu baru sampai pertengahan tahun saja.

Menurut Bambang, secara umum, kanker otak terbagi menjadi dua, yakni primer dan sekunder. ”Kanker otak primer bisa menyebar ke bagian otak lain, tapi hampir tidak pernah menyebar ke bagian tubuh lain. Sedangkan kanker otak sekunder, sel kankernya berasal dari luar otak (organ tubuh lain), yang menyebar ke otak,” paparnya.

Penyebab kanker sulit diidentifikasi secara pasti. Namun, dari beberapa temuan kasus, perilaku kurang sehat menjadi penyebabnya. Kanker tersebut juga tidak mengenal usia. Tua maupun muda bisa berisiko. ”Pergeseran usia penderita sekarang terjadi untuk kalangan muda,” tuturnya.

Karena itu, Bambang mengajak masyarakat mulai berperilaku hidup sehat. Misalnya berolahraga secara rutin, menghindari makanan karsinogenik, dan rutin memeriksakan kesehatan. ’’Jika memang ada gejala, segera periksa. Salah satunya dengan pemeriksaan MRI dan medical checkup,’’ lanjutnya.