Final Wimbledon Akan Hadirkan Laga Epik: Federer versus Djokovic!

65

JawaPos.com-Novak Djokovic masih sangat dahsyat. Bintang Serbia ini berhasil menembus final ke-25 nya pada ajang mayor kemarin (12/7). Djokovic sukses menumbangkan petenis Spanyol Roberto Bautista Agut dalam empat set 6-2, 4-6, 6-3, 6-2 di semifinal Wimbledon 2019. Laga berjalan hampir tiga jam. Tepatnya 2 jam dan 48 menit.

Namun, meskipun kalah, raihan Agut tetap membanggakan. Menembus semifinal ajang mayor menjadi peningkatan prestasi luar biasa bagi petenis 31 tahun tersebut. Sebelumnya, dia mentok sampai babak perempat final grand slam. Itu pun baru sekali di Australia Terbuka tahun ini.

Deretan kegagalan membuat Agut tidak menyangka dia mencapai babak empat besar Wimbledon. Bahkan, karena sama sekali tidak yakin bisa melaju jauh, Agut sudah merancang pesta bujang pada hari yang masih masuk pada pekan kedua Wimbledon.

Final Wimbledon Akan Hadirkan Laga Epik: Federer versus Djokovic!
FINAL LAGI: Novak Djokovic berteriak setelah berhasil mengalahkan petenis Spanyol Roberto Bautista Agut. (CARL RECINE/EPA-EFE )

Agut mengatakan bahwa enam sahabatnya sudah berada di Ibiza untuk menantinya bergabung. Pesta tersebut digelar dalam rangka pemanasan menuju pernikahannya dengan sang kekasih, Ana Bodi Tortosa, November mendatang. ”Soal itu, biar nanti diagendakan ulang,” kata Agut.

Melawan Djokovic, Agut sejatinya bermain bagus. Dia menunjukkan keuletannya di hadapan petenis nomor satu dunia itu. Agut secara telaten, sabar, dan sangat tahan meladeni reli-reli panjang di garis baseline sang juara bertahan. ”Ini baru semifinal pertamanya, tapi dia bermain dengan sangat luar biasa,” puji Djokovic sebagaimana dilansir BBC.

Agut memang dikenal satu dari sedikit petenis yang mampu mengimbangi reli panjang Djokovic. Pukulan forehand-nya yang tipis di atas net serta melaju keras menjadi senjata andalan. Karena itu, dia disebut-sebut memiliki gaya dan trik yang sama dengan Djokovic. Yakni sering mengajak melakukan reli panjang di garis baseline sambil menanti lawan membuat kesalahan sendiri.

Keuletan Agut itu juga yang berhasil membuatnya menumbangkan Djokovic dalam dua pertemuan terakhir tahun ini. Yakni di Doha dan Miami. Tapi saat itu, pertandingan hanya berformat best of three.

Pada ajang grand slam seperti Wimbledon yang berformat best of five, ceritanya memang berbeda. Djokovic menunjukkan mental juara. Sebuah karateristik mental dan sudah lama mengalir deras dalam darahnya.

Dan inilah yang menjadi pembenda besar antara Djokovic dan Agut.

Djokovic datang dengan mimpi meraih gelar grand slam ke-16 sepanjang karir. Atau kelima di Wimbledon. ”Pada set kedua, saya sempat lengah. Untung bisa menemukan cara lain untuk bangkit,” kata petenis 32 tahun tersebut.

Dan sangat menarik, lawan Djokovic di final, Minggu besok, adalah salah seorang rival abadinya, Roger Federer. Dini hari tadi, Federer mengalahkan Nadal dalam pertarungan seru empat set, 7-6 (3), 1-6, 6-3, dan 6-4.  Itu adalah pertemuan pertama dua raksasa tenis dunia itu setelah final epik pada 2008.

Bagi Federer, final tahun ini merupakan yang ke-12 dalam kiprahnya di Wimbledon. Dalam 11 final sebelumnya, Federer meraih delapan trofi, terbanyak dari petenis manapun dalam sejarah.

”Saya adalah fans dari pertandingan Nadal dan Federer. Siapapun lawan saya di final nanti, itu akan menjadi laga yang menarik,” ucap Djokovic.

Dengan kemenangan ini, Federer unggul 3-1 atas Nadal di Wimbledon. Pada ajang grand slam yang lain di luar Wimbledon, Nadal mendominasi Federer dengan kemenangan 9-1.

Sementara itu, pertarungan antara Federer dan Djokovic pada final Wimbledon 2019 adalah duel ke-16 mereka di ajang grand slam. Itu adalah yang perjumpaan terbanyak antara dua petenis sepanjang Open Era, sejak 1968. Sejauh ini, Djokovic unggul 9-6 dari Federer dalam 15 pertemuan terakhir.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : I’ied R. Rifadin