Tak Hanya Rokok, Ketahui Zat-zat Lain Penyebab Kanker Paru

328
JawaPos.com – Kepala Badan Kepala Pusat Data dan Informasi, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia setelah melawan kanker paru stadium 4B selama hampir 2 tahun. Tak hanya perokok, ternyata kanker paru juga bisa menyerang siapa saja.

Sebab sosok Sutopo bukan perokok. Pakar Hematologi dan Onkologi Medik Dr. Ronald. A. Hukom, MHSc, Sp.PD, KHOM dari RS Dharmais menjelaskan kanker paru adalah adanya sel abnormal di paru yang membelah atau multiplikasi secara tak terkontrol. Stadium 4B artinya sudah ada penyebaran ke beberapa area pada organ tubuh di luar paru.

“Faktor risiko paling dikenal adalah rokok, termasuk perokok pasif,” tegasnya kepada JawaPos.com, Senin (8/7).

Menurut dr. Ronald ada beberapa zat penyebab kanker atau karsinogen lain yang ada di lingkungan atau di tempat kerja. Seperti asbestos, radon, chromium, dan nickel. Penyebab kanker biasanya multifaktor.

Maka dr. Ronald menyarankan cara menurunkan risiko kanker paru yang utama adalah setop merokok (termasuk perokok pasif). Dan hindari menghirup berbagai karsinogen di tempat kerja.

“Gejala awal bisa batuk, merasa sesak, nyeri dada, kemudian ludah atau batuk ada darah, berat badan turun tanpa sebab jelas, lemas, nafsu makan hilang,” ungkapnya.

Setiap orang diminta untuk selalu sadar dengan kondisi kesehatannya dan melakukan deteksi dini. Namun, menurut Ronald, saat ini belum ada kesepakatan para ahli untuk cara screening atau deteksi dini kanker paru yang tepat.

Selain itu, para penderita kanker paru umumnya merasakan nyeri. Menurut dr. Ronald, nyeri kanker seharusnya bisa diatasi dengan berbagai obat, termasuk morfin dan turunannya. Sedangkan berbagai pengobatan yang dilakukan disesuaikan pada tiap pasien.

“Terapi sesuai stadium, bisa dengan operasi, radiasi, kemoterapi, terapi target (pada mutasi spesifik sel kanker), imunoterapi,” tutupnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani