Sakit Gudik Diobati Koq Kambuh Lagi, Gimana Mengobatinya Dok?

343
CEK KESEHATAN DULU: Para santri Ponpes Al Quran, Yanbu’ulhuda, Tlogopayung, Plantungan, Kendal, antusias menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Balkesmas wilayah Ambarawa. (ist)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – “Dokter saya ingin tahu, sebenarnya seberapa bahaya sich, bahaya merokok pada paru-paru kita?” Itulah salah satu pertanyaan yang mengemuka dari salah seorang santri Pondok Pesantren Al Quran, Yanbu”ulhuda, Tlogopayung, Plantungan, Kendal, saat berlangsung penyuluhan yang di lakukan tim Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Ambarawa bekerjasama dengan Puskesmas Plantungan, Kendal, awal bulan Juli ini.

“Ada sekitar 2000 zat yang terkandung di dalam rokok, 400 tidak merugikan, sisanya merugikan, dampak bisa di paru-paru, jantung dan lain-lain serta sangat merugikan, selain bisa menimbulkan berbagai penyakit, merokok juga bisa menimbulkan kanker,” jawab dokter Maksum Fauzi, dari Balkesmas wilayah Ambarawa.

Penyuluhan kesehatan yang di kemas dalam bentuk diskusi itu semakin menarik, karena para santri sangat antusias melempar pertanyaan, sekaligus menambah wawasan kesehatan mereka.

“Dok saya suka minum yang manis-manis, jadi takut kalau kena kencing manis, bagaimana cara menghindari terkena penyakit kencing manis ini dok?” tanya santri lainnya.

Mendapat pertanyaan itu, dokter Maksum Fauzypun menjelaskan tentang faktor-faktor penyebabnya terjadinya penyakit kencing manis.

“Faktor keturunan untuk terkena penyakit kencing manis, 75%, faktor didapat 25%, baik yang mempunya faktor keturunan atau tidak sebaiknya menerapkan pola hidup sehat, terutama pola makan, mengurangi makanan dan minuman yang manis-manis dan hindari makanan yg siap saji, serta selalu menjaga berat badan ideal,” jawabnya ramah.

Pertanyaan menggelitik lainnya dilontarkan santriwati, terkait penyakit kulit.

“Dokter Fauzi, saya ingin tanya apa sich penyebab penyakit gudik dan bagaimana mengobatinya,karena setelah diobati sembuh tapi koq muncul lagi?” tanyanya. Pertanyaan santriwati itu sempat mengundang tawa riuh teman-temannya.

“Penyakit Gudik atau Scabies, penyebabnya Parasit Scabicid yang banyak hidup di kasur, sprei, handuk, pakaian dan lain-lain. Pengobatan harus dilakukan serempak yang terkena gudik, parasit Scabicid harus dimusnahkan dengan cara sprei dan baju/pakaian dicuci, lebih baik direbus dengan air sampai mendidih dan kasur dijemur sinar matahari,” jawab Fauzi.

Usai penyuluhan kesehatan yang dikemas dalam bentuk bentuk diskusi, tim medis Balkesmas wilayah Ambarawa kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan, terhadap kurang lebih 30 orang santri yang diduga terkena penyakit menular khususnya TBC Paru. Menurut dokter Maksum Fauzi, penyakit TBC merupakan masalah utama kesehatan,yang menyerang sebagian besar kelompok usia kerja.

“Untuk menanggulangi masalah TBC di Indonesia, strategi yang paling tepat saat ini adalah perlu peran aktif masyarakat dengan semangat kemitraan dari semua pihak yang terkait,” jelasnya.

Kegiatan Penyuluhan Penyakit Menular dan Tidak Menular, termasuk TBC ini menurut dokter Maksum Fauzi, terus dilakukan di wilayah kerja Balkesmas wilayah Ambarawa, disamping untuk pembelajaran masyarakat termasuk para Santri, juga dapat menjadikan keperdulian terhadap kesehatan, dimulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat. (sls/ap)