Pasca Penyegelan, Banser dan Ansor Awasi Rumah Karaoke

396

RADARSEMARANG.ID-DEMAK- Pasca penyegelan dan penutupan 37 karaoke di wilayah Kabupaten Demak pada 3 dan 4 Juli lalu, PC GP Ansor dan Banser terus melakukan pemantauan secara intensif.

Ketua GP Ansor Demak, H Nurul Muttaqin menegaskan, Ansor dan Banser berkomitmen untuk memberikan pengawasan terkait penegakan Perda Nomor 11 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan usaha hiburan di Kota Wali. “Dengan telah ditutupnya karaoke di Demak, maka apabila ada yang melanggar akan segera kami laporkan ke aparat berwenang supaya bisa secepatnya dilakukan penindakan,”katanya Jumat (5/7/2019).

Menurutnya, penutupan dan penyegelan karaoke dinilai sudah tepat. Dengan demikian, warga Demak dapat kembali bangga dengan julukan Demak Kota Wali yang melekat sepanjang zaman. “Harapan kami selaku warga, Demak Kota Wali ini bisa kembali lebih religius tidak terganggu dengan kegiatan kegiatan yang merusak citra daerah ini. Kita berharap, penutupan ini bisa membawa berkah bagi semua masyarakat,”ujar Nurul yang juga Ketua DPRD Demak ini.

Dia menambahkan, setelah ditutup ada informasi sebuah karaoke terindikasi buka lagi. “Namun, setelah dilakukan pengecekan dilapangan oleh aparat, ternyata tidak terjadi. Alhamdulillah, semua tidak ada karaoke yang beroperasi lagi,”kata Nurul.

Seperti diketahui, penyegelan dan penutupan karaoke disambut baik para alim ulama di Demak.Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Demak, KH Aminudin mengungkapkan, warga NU bersyukur lantaran memiliki wakil rakyat di DPRD. Dengan adanya wakil rakyat dari kalangan Nahdliyyin tersebut, perda hiburan dapat diselesaikan. “Perda hiburan yang dibuat DPRD Demak sudah mulai efektif tiga hari terakhir. Banyak tempat karaoke yang telah disegel dan penghuni (pemandu karaoke) nya dipulangkan,”kata Kiai Aminudin disela halal bi halal PCNU Demak.

Kasatpol PP Demak, Ridhodin melalui Kabid Penegakan Hukum, Adi Prabowo menyampaikan, pada Kamis (5/7) lalu pihaknya telah menutup karaoke di wilayah Kecamatan Kebonagung, Karangawen dan Mranggen. “Untuk tiga kecamatan itu ada 12 karaoke yang kita segel. Setelah ini kita juga lakukan pemantauan bersama,”katanya. (hib/sas)