Hendra: Kalau Empat Tahun Lalu Target Juara, Sekarang Semifinal Dulu

391

JawaPos.Com-Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti bakal berhadapan dengan wakil Eropa pada babak-babak awal Indonesia Open 2019. Pada ronde pertama, unggulan ketujuh ini akan bertemu dengan Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich dari Jerman.

Catatan sementara, Praveen/Melati unggul 1-0 atas Lamsfuss/Herttrich. Pada All England 2019, Praveen/Melati menang dengan skor sangat meyakinkan 21-11, 21-17. Jika bisa lolos, Praveen/Melati akan bertemu dengan Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris) atau Marvin Seidel/Linda Efler (Jerman).

“Lawan kami nanti kan sudah ketahuan siapa, jadi kami sudah pelajari dari sekarang. Ini turnamen besar, jadi memang ketemunya langsung lawan-lawan yang bagus semua, kami harus siap,” kata Melati soal hasil undian dalam siaran pers PP PBSI yang diterima Jawa Pos.

“Kalau bertemu pasangan Eropa, kami harus waspada terutama dari hal nonteknis, jangan sampai terpancing lawan, jangan sampai terbawa emosi karena bisa berantakan permainannya dan jadi nggak bisa mikir,” imbuhnya.

Melati menambahkan bahwa dari segi teknik permainan, dia dan Praveen sebetulnya merasa cocok dengan gaya pebulutangkis dari Eropa.

Dalam dua pekan jelang berlangsungnya Indonesia Open 2019, Praveen/Melati mengikuti program latihan khusus yang dirancang pelatih kepala ganda campuran Richard Mainaky.

“Dari minggu-minggu kemarin memang latihannya habis-habisan, pemain putri banyak latihan kelincahan, kanan-kiri lempar bola, yang putra banyak latihan smash dan meng-cover lapangan. Dalam dua pekan ini dimaksimalkan program persiapannya,” jelas Melati.

“Semua pemain pasti maunya juara, walaupun tidak mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Kami ingin bermain sebaik mungkin, apalagi tampil di depan publik sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan memasang target lebih jelas pada turnamen Super 1000 tersebut. Yakni lolos ke semifinal. Pasangan unggulan keempat tersebut akan bertemu dengan pasangan Inggris Marcus Ellis/Chris Langridge di babak pertama.

Hendra/Ahsan tercatat sudah tiga kali bertemu dengan Ellis/Langridge dan mereka memenangkan ketiga pertemuan itu. Akan tetapi, Ahsan mengatakan bahwa mereka kini harus mewaspadai pasangan Inggris tersebut karena mereka baru saja menjadi juara di European Games 2019.

“Mereka pemain bagus dan kami tidak mau lengah, apalagi mereka baru juara di Eropa dan lagi percaya diri. Siapa pun lawannya, kami harus siap dari start awal. Kalau pemain Inggris tipenya suka dilambat-lambatin, mengulur waktu, kami harus lebih sabar,” kata Ahsan.

“Untuk target, kami mau tembus semifinal dulu. Sebenarnya mau lolos babak demi babak saja, tidak mau mikir terlalu jauh,” tambah Ahsan.

“Untuk target realistis kami saat ini ya memang semifinal, mungkin kalau tiga, empat tahun lalu mungkin bisa targetnya juara. Sekarang lawan sudah bagus-bagus dan lebih muda, jadi sekarang kami fokus untuk enjoy dulu mainnya dan berikan yang terbaik di lapangan,” tambah Hendra.

Hendra/Ahsan rencananya akan mengikuti tiga turnamen beruntun. Setelah Indonesia Open 2019, mereka langsung terbang ke Tokyo, mengikuti Japan Open 2019 dan ke Bangkok untuk turnamen Thailand Open 2019.

Oleh karena itu, mereka betul-betul menjaga kondisi tubuh agar bisa tampil prima dalam tiga turnamen tersebut. Apalagi Hendra/Ahsan tengah berlomba untuk meraih tiket menuju Olimpiade Tokyo 2020.

“Turnamen memang padat, yang harus dijaga gitu fisiknya, tenaganya. Nggak tahu nanti di lapangan bagaimana, kan sudah ikut tiga turnamen juga, maunya dapat hasil maksimal. Kalau treatment khusus sih paling jaga kondisi, jaga makan,” beber Ahsan.

Ahsan juga tak sabar menantikan Indonesia Open 2019 dan berlaga di hadapan publik sendiri di Istora. Atmosfer Istora menurutnya begitu berbeda dengan venue olahraga turnamen lainnya yang pernah dia ikuti. Bahkan ketika memasuki lapangan, suasananya pun sudah terasa berbeda. Indonesia Open 2019 akan berlangsung pada 16-21 Juli 2019. Hadiah total turnamen bergengsi ini mencapai USD 1,25 juta atau sekitar Rp 17,660 miliar.